October 2020

Penyebab Anjloknya Kekayaan Bos Louis Vuitton Penyebab Anjloknya Kekayaan Bos Louis Vuitton

Penyebab Anjloknya Kekayaan Bos Louis Vuitton – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang penyebab anjloknya kekayaan bos louis vuitton.

Bernard Arnault, CEO LVMH yang juga orang terkaya ketiga di dunia, dalam sepekan kehilangan kekayaannya senilai US$ 6 miliar atau setara Rp 87 triliun (kurs Rp 14.500/US$).

Dilansir dari Forbes, Senin (3/8/2020), kekayaan bersihnya menjadi US$ 106,2 miliar atau Rp 1.539,9 triliun, dari sebelumnya US$ 112,1 miliar atau Rp 1.625,4 triliun.

Hal itu terjadi setelah LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton SE, atau yang lebih sering disebut LVMH, melaporkan kinerja keuangan yang buruk di paruh pertama 2020.

Saham LVMH anjlok 8% selama sepekan hingga 31 Juli 2020, setelah perusahaan menyebut penjualan di kuartal I-2020 mencapai US$ 21,7 miliar, turun 27% dalam periode yang sama di 2019.

Laba LVMH juga tercatat anjlok 84% menjadi sekitar US$ 615 juta. Pada perdagangan Senin, saham LVMH turun 4% usai laporan kinerja keuangan disampaikan.

Arnault mengatakan LVMH sudah cukup menunjukkan ketahanan pada paruh pertama 2020 dalam menghadapi pandemi virus Corona. Perusahaan telah menerapkan langkah-langkah untuk menekan biaya operasional dan mempercepat pertumbuhan penjualan online.

“Kami telah mengamati ada tanda-tanda kuat dari peningkatan aktivitas sejak Juni 2020, tapi kami akan tetap sangat waspada selama sisa tahun ini,” kata Arnault.

Memang terjadi peningkatan penjualan secara tajam di China selama kuartal II-2020. Namun, kinerja perusahaan barang mewah ini tak bisa terdongkrak lantaran penutupan sejumlah toko dan pabrik yang berada di luar China, serta kebijakan penangguhan perjalanan Internasional oleh berbagai negara.

Perjalanan Karir Arnault

Arnault memulai karir bisnisnya dengan menggunakan uang senilai US$ 15 juta dari kekayaan ayahnya yang sebelumnya memiliki perusahaan konstruksi, untuk membeli Christian Dior pada 1985. Ia kemudian mengakuisisi sejumlah perusahaan lainnya, seperti Financière Agache dan Boussac Saint-Frères.

Setelah itu dia menciptakan grup LVMH, perusahaan barang mewah yang berpusat di Paris, Prancis.

Kini di usianya yang ke-71, LVMH telah mengontrol sekitar 60 anak perusahaan, yang sebagian besar merupakan brand ternama di dunia. Nama-nama brand di bawah LVMH di antaranya ada Louis Vuitton, Dior, Givenchy, Celine, Fendi, Kenzo, TAG Heuer, Benefit Cosmetics, Marc Jacobs, Bulgari, hingga Emilio Pucci.

Arnault pernah hampir menyalip posisi Jeff Bezos sebagai orang terkaya di dunia pada awal tahun 2020. Namun dengan nilai kekayaannya sekarang, Arnault hanya bisa berada di posisi ketiga, di bawah Bill Gates yang ada di posisi kedua.

Fakta Menarik Brand Louis Vuitton Fakta Menarik Brand Louis Vuitton

Fakta Menarik Brand Louis Vuitton – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang fakta menarik brand louis vuitton yang sudah dirangkum dari sumber terpercaya.

1. Sebelum terkenal karena brand yang diciptakannya, Louis Vuitton adalah seorang laki-laki yang berasal dari keluarga pekerja menengah ke bawah. Ia meninggalkan rumah keluarganya sejak usia 13 tahun untuk mengejar mimpi besarnya ke Paris.

2. Perjalanan 292 mil atau 470 km dari rumah keluarga yang terletak di daerah Prancis Timur ke Paris, ia lakukan dengan berjalan kaki selama dua tahun lamanya. Perjalanan panjang itu ia lakukan dengan pemberhentian secara berkala untuk melakukan pekerjaan sambilan. Ini cara yang harus dilakukannya untuk menopang kebutuhan dan kehidupan pribadinya.

3. Sesampainya di Paris pada tahun 1837, Louis Vuitton menemukan pekerjaan di sebuah workshop untuk membuat boks dan kemasan. Kelihaiannya diakui banyak orang. Reputasinya meningkat dan namanya semakin dikenal sebagai pengrajin terhormat. Karena ketrampilannya tersebut, ia ditunjuk sebagai staf khusus yang membuat boks-boks (koper) untuk kebutuhan Eugenie de Montijo, yang merupakan istri dari Napoleon Bonaparte, Kaisar Prancis dari tahun 1804 sampai tahun 1814. Momen inilah yang jadi ‘pintu’ utamanya untuk bergabung dengan kelas-kelas elit Prancis.

4. Perjalanan kariernya tersebut membuatnya bisa mendirikan perusahaan sendiri pada tahun 1854. Meski perusahaan Louis Vuitton sudah berdiri sejak 1854 sebagai perusahaan boks dan koper traveling, ia baru mulai membuat tas jinjing pada tahun 1892.

5. Salah satu tas Louis Vuitton paling populer dengan nama ‘Speedy’, pada mulanya sebenarnya diciptakan untuk boks atau koper traveling. Namun, suatu saat Audrey Hepburn, bintang film sekaligus ikon fashion, menelepon pihak Louis Vuitton dan memohon untuk dibuatkan versi mini dari Speedy tersebut. Sontak, kepopuleran tas Speedy ini memuncak dan jadi model tas Louis Vuitton paling populer hingga sekarang.

Baca Juga: Bos Louis Vuitton Orang Terkaya di Industri Fashion

6. Selain Speedy, tas ‘Alma’ menjadi salah satu model tas Louis Vuitton yang tak kalah populer. Tas ini sebenarnya didesain khusus atas permintaan pribadi Coco Chanel. Bentuknya yang chic, cantik, dan feminin ini digandrungi oleh setiap perempuan hingga saat ini. Uniknya lagi, tas Louis Vuitton model Alma ini jadi satu-satunya tas yang pernah dijinjing Coco Chanel, selain mereknya sendiri.

7. Tahukah Anda bahwa proses quality check dari tas Louis Vuitton melalui proses yang sangat panjang? Sebelum dijual, tas Louis Vuitton harus melalui tes ketahanan seperti dimasukkan benda berat seberat 3,5 kg dan dijatuhkan dari ketinggian setengah meter selama empat hari berturut-turut. Tidak sampai di situ, zipper dari tasnya pun harus terus menerus dibuka-tutup sebanyak 5,000 kali untuk memastikan ketahanannya. Wow!