Info Louis Vuitton

Perilisan Model Tas Berbentuk Pesawat Perilisan Model Tas Berbentuk Pesawat

Perilisan Model Tas Berbentuk Pesawat – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut perilisan model tas berbentuk pesawat.

Men’s Paris Fashion Week Fall/Winter 2021-2022 tetap berlangsung meski pandemi belum mereda juga. Ikut ambil bagian, Louis Vuitton memperkenalkan koleksi teranyarnya dengan pilihan aksesori yang unik.

Direktur kreatif busana pria Louis Vuitton Virgil Abloh mengemas fashion show tersebut dalam bentuk film pendek yang disiarkan secara live streaming, Kamis (21/1/2021). Koleksi keenam Virgil untuk LV ini bertajuk Ebonics.

Unsur budaya Afrika begitu kental di koleksi ini. Virgil yang berdarah Amerika-Afrika ini ingin merayakan budaya asal nenek moyangnya. Kente, baju tradisional Afrika, menjadi salah satu inspirasi desainer sekaligus pendiri label Off-White itu.

“Dulu saya sering melihat ayah memakai baju Kente, tanpa ada dalaman, ke acara keluarga seperti pernikahan, pemakaman dan wisuda. Saat dia pergi ke pernikahan bergaya Amerika, dia akan memakai setelan. Saya lalu menggabungkan keduanya sebagai sebuah selebrasi budaya Ghana saya,” kata Virgil kepada Vogue.

Di tangan Virgil, Kente hadir dengan motif monogram khas LV dalam semburat kombinasi warna mencolok. Saat dipresentasikan, Kente menjadi semacam outer bergaya urban yang membungkus setelan yang necis hingga jaket bergaya kasual.

Virgil juga menggali inspirasi dari arsitektur ikonis di Paris. Lahirlah sebuah jaket yang dihiasi kumpulan bentuk bangunan bersejarah Prancis seperti Notre Dame dan Menara Eiffel

Baca Juga:Louis Vuitton Boyong Berlian Termahal ke Singapura

Di luar itu, aksesori juga menjadi daya tarik tersendiri. Terdapat beberapa tas klasik Louis Vuitton yang lahir baru dengan sentuhan yang lebih playful. Misal, tas seri
‘Keepall’ yang biasa dipakai untuk traveling atau nge-gym kini muncul dengan tulisan ‘tourist’ bergaya tiga dimensi. Warna oranye yang eye-catching mempertegas kesan jenakanya.

Hadir pula tas Louis Vuitton dengan bentuk yang belum pernah ada sebelumnya, yakni pesawat. Seorang model memakai setelan coklat dan mantel bulu saat menjinjing tas berbentuk pesawat bermesin ganda tersebut.

Di Instagram, tas Louis Vuitton ini menuai beragam reaksi. Banyak di antara netizen yang mempertanyakan fungsinya. “Aku pasti akan kesulitan mencari kunci di tas ini,” tulis seorang netizen di kolom komentar unggahan Louis Vuitton yang menampilkan tas tersebut.

“Ini hanya buat orang yang bingung cara menghabiskan uang,” kata lainnya. Ada pula yang menulis, “Berikutnya apa, tas kapal pesiar? Atau kereta? Sungguh konyol.”

Louis Vuitton Boyong Berlian Termahal ke Singapura Louis Vuitton Boyong Berlian Termahal ke Singapura

Louis Vuitton Boyong Berlian Termahal ke Singapura – Berikutnya kami akan memberi artikel terpercaya yang sudah kami ringkas dan buat seringan mungkin, agar bisa dibaca oleh segala kalangan,berikut louis vuitton yang boyong berlian termahal ke singapura.

Berlian terbesar kedua di dunia telah berada di Singapura. Melansir laman Strait Times, Jumat (7/8/2020), berukuran sebesar bola tenis, berlian 1.758 karat ini dibeli Louis Vuitton dan dipublikasikan pada Januari 2020.

Sekarang, pihaknya tengah memperlihatkan berlian tersebut untuk menemukan pembeli yang berminat hingga Selasa, 11 Agustus 2020. Dinamai Sewelo, yang berarti langka di bahasa Setswana, berlian ini ditemukan April tahun lalu.

Penemuannya terjadi di sebuah tambang di Botswana milik perusahaan penambang berlian asal Kanada, Lucara Diamond Corporation. Batu hitam berkilau ini merupakan berlian terbesar kedua yang tercatat sejarah, berada di belakang Cullinan, berlian 3.106 karat yang ditemukan di Afrika Selatan pada 1905.

Sewelo sendiri diperkirakan berusia dua miliar tahun dan merupakan berlian terbesar yang ditemukan di abad ini. Keputusan Louis Vuitton membeli berlian itu disebut gerakan berani.

Pasal, rumah mode Prancis ini lebih dikenal lewat produk tas tangan dan koper berdesain khas. Baru pada 2012, sang pemilik memutuskan terjun ke dunia perhiasaan mewah lewat eksistensi Place Vendome di Paris, Prancis.

“Berlian ini sangat unik. Kehadirannya merupakan representasi semangat dan gelora kami untuk jadi pelaku besar di bisnis perhiasan,” ucap Chairman and Chief Executive Louis Vuitton, Michael Burke. “Kami memposisikan diri untuk 100 tahun ke depan.”

Bakal Diolah Jadi Apa?
Louis Vuitton menolak berkomentar perihal rencana yang diusung dalam penggarapan batu langka tersebut. Perkiraannya, berlian ini bakal dipotong sesuai permintaan saat menemukan pembeli.

Merek ini sendiri dikenal punya kemampuan unik dalam memotong berlian ke dalam bentuk Monogram, LV Flower Cut, dan LV Star Cut. Louis Vuitton pun tengah bekerja sama dengan pemotong berlian berbasis di Antwerp, HB Company, untuk belajar dan merencanakan pengoptimalan berlian.

Kemungkinan bentuk potongannya tak terhingga. Cullinan membuat banyak potongan ragam bentuk dan ukurnan lewat tangan dua pengolah Crown Jewels di Inggris Raya. Showcase Sewelo merupakan langkah LV berkompetisi dengan perusahaan, seperti Cartier.

Bagi siapapun yang mau melihat berlian tersebut, pihaknya harus lebih dulu menghubungi contact service Louis Vuitton lewat telepon.

Slogan Louis Vuitton dalam Penutupan Paris Fashion Week Slogan Louis Vuitton dalam Penutupan Paris Fashion Week

Slogan Louis Vuitton dalam Penutupan Paris Fashion Week – Berikutnya kami akan memberi artikel terpercaya yang sudah kami ringkas dan buat seringan mungkin, agar bisa dibaca oleh segala kalangan,berikut mengenai sloga lv dalam enutupan paris fashion week.

LABEL mewah asal Prancis, Louis Vuitton memamerkan koleksi terbarunya pada hari terakhir Paris Fashion Week pada Selasa (6/10) waktu setempat.

Uniknya, koleksinya kali ini menampilkan aksentuasi berupa slogan di atas blouse, sweter, dan gaun. Slogan ini pun dibuat bukan tanpa tujuan.

Mengutip laman Reuters, para model melintasi runway Paris Fashion Week di gedung Art Deco, Paris. Pameran itu dibuka oleh seorang model yang berjalan dengan mengenakan sweter putih bertuliskan slogan Vote. Kemudian, beberapa model lainnya mengikuti sambil mengenakan busana bertuliskan ‘Skate’ atau ‘Bounce’.

Pihak Louis Vuitton sendiri mengatakan tidak ada tujuan khusus terkait slogan tersebut. Pasalnya, acara ini dilakukan beberapa minggu sebelum pemilihan presiden AS. Banyak yang mengira slogan tersebut mengacu pada pemilihan presiden AS.

Desainer pakaian untuk Louis Vuitton khusus wanita, Nicolas Ghesquiere, mengatakan dalam catatan acara bahwa koleksinya difokuskan pada batasan yang semakin berubah antar gender. Dengan menghadirkan beberapa oversized t-shirt. Model t-shirt bisa jadi maskulin atau feminin.

“Pada beberapa gaya, slogan terdiri dari kata-kata seperti perintah positif. Saya ingin mentransliterasi koleksi yang energik, kuat, dan berani,” kata Ghesquiere.

Ini merupakan salah satu acara pertunjukan yang diikuti Louis Vuitton di masa pandemi COVID-19. Para model mengenakan mantel yang lebih besar (oversized trench coat) di atas beberapa penampilan, dipadukan dengan sepatu bergaya bakiak serta clutchbag berukuran besar.

Baca Juga:Penyebab Anjloknya Kekayaan Bos Louis Vuitton

Sementara tampilan lainnya menggemakan gaya futuristik yang sering disalurkan oleh Ghesquiere, termasuk atasan dengan lengan berpola rumit dan jumpsuits perak yang berkilau.

Pihak Louis Vuitton menggelar pertunjukan dengan mengikuti protokol kesehatan seperti adanya jarak sosial di dalam La Samaritaine, sebuah waserba di Paris yang berusia 150 tahun milik perusahaan LVMH dan baju saja direnovasi.

Selain Louis Vuitton, brand ternama asal Prancis, Chanel, juga membawa sentuhan khas Hollywood di panggung pagelaran busana Paris Fashion Week 2021.

Gaun-gaun dengan aksentuasi bulu galmor, serta papan nama Chanel raksasa yang menyerupai papan nama Hollywood di perbukitan Los Angeles.

Para model berarak keluar masuk dari balik papan nama Chanel raksasa, disaksikan sejumlah tamu undangan yang duduk di kursi dengan aturan jarak sosial. (and)

Penyebab Anjloknya Kekayaan Bos Louis Vuitton Penyebab Anjloknya Kekayaan Bos Louis Vuitton

Penyebab Anjloknya Kekayaan Bos Louis Vuitton – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang penyebab anjloknya kekayaan bos louis vuitton.

Bernard Arnault, CEO LVMH yang juga orang terkaya ketiga di dunia, dalam sepekan kehilangan kekayaannya senilai US$ 6 miliar atau setara Rp 87 triliun (kurs Rp 14.500/US$).

Dilansir dari Forbes, Senin (3/8/2020), kekayaan bersihnya menjadi US$ 106,2 miliar atau Rp 1.539,9 triliun, dari sebelumnya US$ 112,1 miliar atau Rp 1.625,4 triliun.

Hal itu terjadi setelah LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton SE, atau yang lebih sering disebut LVMH, melaporkan kinerja keuangan yang buruk di paruh pertama 2020.

Saham LVMH anjlok 8% selama sepekan hingga 31 Juli 2020, setelah perusahaan menyebut penjualan di kuartal I-2020 mencapai US$ 21,7 miliar, turun 27% dalam periode yang sama di 2019.

Laba LVMH juga tercatat anjlok 84% menjadi sekitar US$ 615 juta. Pada perdagangan Senin, saham LVMH turun 4% usai laporan kinerja keuangan disampaikan.

Arnault mengatakan LVMH sudah cukup menunjukkan ketahanan pada paruh pertama 2020 dalam menghadapi pandemi virus Corona. Perusahaan telah menerapkan langkah-langkah untuk menekan biaya operasional dan mempercepat pertumbuhan penjualan online.

“Kami telah mengamati ada tanda-tanda kuat dari peningkatan aktivitas sejak Juni 2020, tapi kami akan tetap sangat waspada selama sisa tahun ini,” kata Arnault.

Memang terjadi peningkatan penjualan secara tajam di China selama kuartal II-2020. Namun, kinerja perusahaan barang mewah ini tak bisa terdongkrak lantaran penutupan sejumlah toko dan pabrik yang berada di luar China, serta kebijakan penangguhan perjalanan Internasional oleh berbagai negara.

Perjalanan Karir Arnault

Arnault memulai karir bisnisnya dengan menggunakan uang senilai US$ 15 juta dari kekayaan ayahnya yang sebelumnya memiliki perusahaan konstruksi, untuk membeli Christian Dior pada 1985. Ia kemudian mengakuisisi sejumlah perusahaan lainnya, seperti Financière Agache dan Boussac Saint-Frères.

Setelah itu dia menciptakan grup LVMH, perusahaan barang mewah yang berpusat di Paris, Prancis.

Kini di usianya yang ke-71, LVMH telah mengontrol sekitar 60 anak perusahaan, yang sebagian besar merupakan brand ternama di dunia. Nama-nama brand di bawah LVMH di antaranya ada Louis Vuitton, Dior, Givenchy, Celine, Fendi, Kenzo, TAG Heuer, Benefit Cosmetics, Marc Jacobs, Bulgari, hingga Emilio Pucci.

Arnault pernah hampir menyalip posisi Jeff Bezos sebagai orang terkaya di dunia pada awal tahun 2020. Namun dengan nilai kekayaannya sekarang, Arnault hanya bisa berada di posisi ketiga, di bawah Bill Gates yang ada di posisi kedua.

Fakta Menarik Brand Louis Vuitton Fakta Menarik Brand Louis Vuitton

Fakta Menarik Brand Louis Vuitton – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang fakta menarik brand louis vuitton yang sudah dirangkum dari sumber terpercaya.

1. Sebelum terkenal karena brand yang diciptakannya, Louis Vuitton adalah seorang laki-laki yang berasal dari keluarga pekerja menengah ke bawah. Ia meninggalkan rumah keluarganya sejak usia 13 tahun untuk mengejar mimpi besarnya ke Paris.

2. Perjalanan 292 mil atau 470 km dari rumah keluarga yang terletak di daerah Prancis Timur ke Paris, ia lakukan dengan berjalan kaki selama dua tahun lamanya. Perjalanan panjang itu ia lakukan dengan pemberhentian secara berkala untuk melakukan pekerjaan sambilan. Ini cara yang harus dilakukannya untuk menopang kebutuhan dan kehidupan pribadinya.

3. Sesampainya di Paris pada tahun 1837, Louis Vuitton menemukan pekerjaan di sebuah workshop untuk membuat boks dan kemasan. Kelihaiannya diakui banyak orang. Reputasinya meningkat dan namanya semakin dikenal sebagai pengrajin terhormat. Karena ketrampilannya tersebut, ia ditunjuk sebagai staf khusus yang membuat boks-boks (koper) untuk kebutuhan Eugenie de Montijo, yang merupakan istri dari Napoleon Bonaparte, Kaisar Prancis dari tahun 1804 sampai tahun 1814. Momen inilah yang jadi ‘pintu’ utamanya untuk bergabung dengan kelas-kelas elit Prancis.

4. Perjalanan kariernya tersebut membuatnya bisa mendirikan perusahaan sendiri pada tahun 1854. Meski perusahaan Louis Vuitton sudah berdiri sejak 1854 sebagai perusahaan boks dan koper traveling, ia baru mulai membuat tas jinjing pada tahun 1892.

5. Salah satu tas Louis Vuitton paling populer dengan nama ‘Speedy’, pada mulanya sebenarnya diciptakan untuk boks atau koper traveling. Namun, suatu saat Audrey Hepburn, bintang film sekaligus ikon fashion, menelepon pihak Louis Vuitton dan memohon untuk dibuatkan versi mini dari Speedy tersebut. Sontak, kepopuleran tas Speedy ini memuncak dan jadi model tas Louis Vuitton paling populer hingga sekarang.

Baca Juga: Bos Louis Vuitton Orang Terkaya di Industri Fashion

6. Selain Speedy, tas ‘Alma’ menjadi salah satu model tas Louis Vuitton yang tak kalah populer. Tas ini sebenarnya didesain khusus atas permintaan pribadi Coco Chanel. Bentuknya yang chic, cantik, dan feminin ini digandrungi oleh setiap perempuan hingga saat ini. Uniknya lagi, tas Louis Vuitton model Alma ini jadi satu-satunya tas yang pernah dijinjing Coco Chanel, selain mereknya sendiri.

7. Tahukah Anda bahwa proses quality check dari tas Louis Vuitton melalui proses yang sangat panjang? Sebelum dijual, tas Louis Vuitton harus melalui tes ketahanan seperti dimasukkan benda berat seberat 3,5 kg dan dijatuhkan dari ketinggian setengah meter selama empat hari berturut-turut. Tidak sampai di situ, zipper dari tasnya pun harus terus menerus dibuka-tutup sebanyak 5,000 kali untuk memastikan ketahanannya. Wow!

Antara Louis Vuitton Atau Hermès Mana Merk Yang Lebih Asli Antara Louis Vuitton Atau Hermès Mana Merk Yang Lebih Asli

Louivuittonoutlet.net – Hari ini kita hidup di zaman keaslian. Merek otentik, komunikasi otentik, dan hubungan otentik dengan konsumen diperlukan. Sebanyak 86% konsumen mengatakan keaslian merek itu penting ketika memutuskan merek mana yang akan didukung, menurut penelitian yang dilakukan oleh Stackla.

Temuan ini divalidasi oleh studi global lain oleh Cohn & Wolfe. Dalam survei terhadap 15.000 responden, 91% konsumen global mengatakan mereka akan menghargai merek karena keasliannya melalui “pembelian, investasi, dukungan atau tindakan serupa.” Dari 91% ini, lebih dari 60% akan “membeli atau menyatakan minat beli meningkat” dalam merek yang mereka anggap otentik.

Tidak ada dalam bisnis adalah pertaruhan keaslian yang lebih tinggi daripada di pasar mewah, di mana kepercayaan konsumen pada warisan, keahlian dan kualitas dihargai oleh kesediaan mereka untuk membayar premi untuk hak istimewa kepemilikan.

Dalam perekonomian saat ini, di mana konglomerat multinasional besar seperti LVMH dengan fiksasi di garis bawah dan pertumbuhan kuartalan dan keuntungan mendominasi, merek-merek mewah terancam karena terlalu hadir di mana-mana dan di mana-mana.

Ketika sebuah merek mewah terlihat dan tersedia di mana-mana, nilai kemewahannya – keasliannya sebagai kemewahan sejati – menjadi encer. Kontributor Fellow Forbes.com, Walter Loeb, menyajikan tinjauan luar biasa tentang keseimbangan halus yang dihadapi LVMH menjaga eksklusivitas dan meningkatkan aksesibilitas.

Keaslian adalah tantangan utama untuk merek-merek mewah
“Keaslian dianggap sebagai tantangan bagi segmen mewah di zaman kita,” tulis Patricia Anna Hitzler dan Günter Müller-Stewens dari Universitas St. Gallen, Swiss, dalam sebuah studi berjudul “Peran Strategis Keaslian dalam Bisnis Mewah.” Dalam penelitian ini, penulis mendefinisikan pendorong utama keaslian merek mewah untuk menjadi keahlian, kelangkaan pasokan, estetika yang unik dan tautan ke asal.

Lebih lanjut, Hitlzer dan Müller-Stewens menyarankan bahwa laba harus mengambil kursi belakang ke nilai dan cita-cita yang lebih tahan lama untuk mendapatkan status merek mewah yang benar-benar otentik untuk diperoleh:

Makna dan orientasi jangka panjang adalah prinsip-prinsip panduan, di mana organisasi yang ingin dianggap otentik harus memberikan perhatian khusus. Ini mungkin termasuk motif, seperti melestarikan pekerjaan atau mengembangkan warisan sejarah dan budaya. Berjuang demi keuntungan, para ahli menggarisbawahi, tentu saja, penting untuk kelangsungan hidup suatu organisasi. Namun demikian, realisasi laba yang ditargetkan tidak semata-mata menentukan kepuasan terpenuhi dan langgeng. Seorang pakar memberi tanda: ‘Pasti ada sesuatu yang lain selain dari dunia angka.’ ‘Sesuatu yang lain’ ini adalah tujuan yang lebih tinggi, sebuah misi yang harus menjadi bagian dari identitas organisasi mewah, yang, bersama dengan nilainya, memberi perusahaan kerangka kerja di mana ia harus beroperasi.

Dengan mempertimbangkan perspektif ini, saya mempelajari dua merek mewah paling terkenal di dunia, Louis Vuitton dan Hermès, untuk melihat bagaimana mereka bertumpuk dalam keaslian. Pada mulanya memerah Louis Vuitton peringkat tinggi pada daftar Cohn & Wolfe Global Authentic Brand 100, diberi peringkat No. 65. Sebaliknya, Hermès adalah tidak ada dalam daftar itu.

Tetapi penampilan bisa menipu, seperti dalam pandangan saya, Hermès berdiri tegak di atas Louis Vuitton dalam kemewahan otentik. Inilah alasannya:

Baca Juga : Bos Louis Vuitton Orang Terkaya di Industri Fashion

Bisikan mewah otentik, itu tidak berteriak
Secara keseluruhan, LVMH jauh lebih banyak berinvestasi dalam biaya pemasaran dan penjualan daripada Hermès. Pada 2017, 38,4% dari keseluruhan pendapatan perusahaan sebesar € 42,6 miliar dialokasikan untuk biaya pemasaran dan penjualan. Sebagai perbandingan, Hermès mencurahkan 29,8% dari pendapatan € 5,5 miliar untuk penjualan, pemasaran, dan biaya administrasi.

Namun, angka-angka ini bukan perbandingan ketat antara apel dan apel karena LVMH mencakup 70 merek individu versus merek Hermès.

Daftar merek paling berharga di dunia dari Forbes membahas secara spesifik. Louis Vuitton (merek), peringkat No. 15 secara keseluruhan dan bernilai $ 33,6 miliar, dilaporkan menghasilkan $ 12,9 miliar dalam penjualan dan menginvestasikan $ 5,4 miliar – 42,9% dari penjualan – pada iklan perusahaan. Jika itu tidak berteriak, saya tidak tahu apa itu. (Catatan: LVMH tidak melaporkan pendapatan dari masing-masing merek.)

Sebaliknya, Hermès menghabiskan 5% dari penjualan yang dilaporkan ($ 298 juta dari $ 6 miliar dalam pendapatan) untuk iklan. Keanggunan yang halus dan tenang adalah pendekatan Hermès terhadap periklanan, bukan paparan luas seperti Louis Vuitton.

Kemewahan otentik bukan untuk semua orang, tetapi untuk seseorang yang spesial
Ya, kanvas logo monogram Louis Vuitton memiliki warisan yang membentang lebih dari seabad, pertama kali diperkenalkan pada tahun 1896. Tetapi hari ini, meskipun harga mahal diperintahkan untuk tas kanvasnya, Louis Vuitton dan tas LV tersebut mungkin merupakan pelaku logo terbesar di dunia. polusi.

Ke mana pun Anda pergi, tas LV mengintai. Ubiquity sepenuhnya menentang kode etik merek mewah otentik.

Hermès melakukan kebalikan dari branding langsung Louis Vuitton. Gayanya khas dan langsung dapat dikenali oleh para ahli kognitif, meskipun dalam budaya kita yang terobsesi dengan selebriti, merek Hermès telah menjadi lebih dikenal secara luas.

Dan sementara selebriti mungkin dengan bangga mengenakan Hermès – siapa lagi yang benar-benar mampu membelinya? – mereka memiliki merek, tetapi tidak dimiliki oleh merek. Victoria Beckham dikatakan memiliki koleksi tas tangan Hermès senilai lebih dari $ 2 juta.

Sementara Hermès menolak dukungan selebriti sebagai strategi pemasaran, Louis Vuitton sepenuhnya merangkulnya. Misalnya, Angelina Jolie dibayar sekitar $ 8,5 juta untuk mewakili merek dalam satu kampanye iklan pada 2011. Ini konon adalah salah satu kesepakatan dukungan tertinggi yang pernah ada untuk satu kampanye iklan.

Dalam Louis Vuitton melanggar aturan utama lain dari pemasaran merek mewah yang dijelaskan oleh Vincent Bastien dan Jean-Noël Kapferer dalam bab dalam Pemasaran Mewah 2013: Tantangan untuk Teori dan Praktek:

“Selebriti harus digunakan dengan hati-hati dalam strategi mewah, jika merek ingin membangun kekuatan harga, perbedaan, gaya dan daya tarik berkelanjutan. Mereka tidak digunakan sebagai agen penjualan, bagi pelanggan baru untuk membeli produk melalui model imitasi, ”saran mereka.

Hermès melakukannya dengan benar, menggunakan pembeli merek sejati untuk memberikan kesaksian otentik tentang nilai luar biasa merek tersebut.

Kemewahan autentik sulit dipahami, tidak mudah diakses
Eksklusivitas melalui distribusi yang terkontrol dari koleksi merek mewah adalah ciri khas lain dari kemewahan otentik. Sama seperti merek mewah otentik yang tidak dapat dipromosikan atau dirancang untuk menarik perhatian semua orang, bagian dari misteri dan keajaiban merek mewah sedang sulit dipahami, langka dan sulit didapat.

Louis Vuitton mengoperasikan sekitar 460 butik bermerek. Hermès tidak jauh di belakang dengan lebih dari 300 butik di seluruh dunia, tetapi di situlah kesamaan berakhir. Louis Vuitton juga didistribusikan secara luas di seluruh dunia di berbagai department store mewah, seperti Neiman Marcus, Saks, Bloomingdales, Nordstrom dan Barneys, sementara hanya parfum, peralatan makan, dan hadiah Hermès yang terbatas hadir di lokasi yang sama.

Louis Vuitton bukanlah apa yang orang sebut tidak dapat diakses, justru sebaliknya. Las Vegas, misalnya, memiliki sembilan lokasi tempat produk Louis Vuitton dapat dibeli. Sebaliknya, Hermès secara ketat membatasi produksi dan tempat untuk membeli jajaran produk intinya. Selain itu, Hermès memiliki daftar tunggu untuk orang-orang yang ingin membeli Birkin, salah satu tas klasiknya yang sering membutuhkan menunggu selama dua tahun atau lebih.

Hermès secara ketat membatasi produksi dan distribusi produk-produknya dengan maksud eksplisit bukan untuk memenuhi permintaan konsumen, tetapi untuk meningkatkannya. Louis Vuitton, di sisi lain, merespons tekanan pemegang sahamnya untuk mendorong pertumbuhan. Itu membutuhkan lebih banyak produk yang didistribusikan di lebih banyak tempat.

Untuk kemewahan otentik, semakin dalam Anda menggali, semakin autentik jadinya

Kemewahan otentik adalah inti dari merek Hermès dan apa artinya. Louis Vuitton, meski tetap mempertahankan penampilan, tidak sesuai.

Misalnya, Bisnis Korea melaporkan tahun ini bahwa sepatu Louis Vuitton diproduksi di sebuah pabrik di Rumania kemudian dikirim ke Italia di mana sol terpasang. Itu agar dapat menempelkan tag “Buatan Italia” pada masing-masing label. Ini sepenuhnya legal, meskipun tidak secara otentik halal, karena aturan Uni Eropa menentukan bahwa negara asal dapat diklaim di mana produksi akhir dilakukan, bukan tempat mayoritas produk dibuat.

Judul merek mewah otentik harus diperoleh, bukan memproklamirkan diri

Untuk menjadi merek mewah yang autentik, penunjukan harus diperoleh (Hermes) bukan hanya gelar yang diklaim (Louis Vuitton). Dalam analisis terakhir, Louis Vuitton sangat memusatkan perhatian pada pemasaran, tetapi ringan pada keaslian. Hermès adalah kebalikannya.

Fakta bahwa Louis Vuitton dapat terus mendorong penjualan dan pertumbuhan seperti yang ada pada kreditnya, dengan hasil 1H2018 terbaru yang membanggakan pertumbuhan pendapatan 25% dalam kategori mode dan barang-barang kulit di mana Louis Vuitton diklasifikasikan.

Tetapi seperti yang dikatakan Abraham Lincoln, “Anda dapat membodohi beberapa orang sepanjang waktu, dan semua orang sepanjang waktu, tetapi Anda tidak dapat membodohi semua orang sepanjang waktu.”

Sampai saat ini, Louis Vuitton telah melakukan pekerjaan yang bagus untuk mempertahankan pertumbuhan yang agresif melalui pemasaran dan manajemen yang ahli, tetapi ia bermain dengan cepat dan longgar dengan keasliannya. Ini mungkin tumit Achilles dari merek yang pada akhirnya akan melonjak. Pelanggan yang benar-benar kaya menginginkan real deal – merek mewah otentik – bukan pose pose atau pretender.

Bos Louis Vuitton Orang Terkaya di Industri Fashion Bos Louis Vuitton Orang Terkaya di Industri Fashion

Louivuittonoutlet.net – Bernard Arnault, CEO Louis Vuitton kini masuk lima besar jajaran orang terkaya di dunia. Hal itu berdasarkan indeks Bloomberg Billionaire. Ia berada di peringkat keempat dalam daftar orang terkaya di dunia.

Berdasarkan data indeks Bloomberg Billionaire, kekayaan Arnault mencapai USD 73,8 miliar atau sekitar Rp 1.015 triliun (asumsi kurs Rp 13.761 per dolar O Amerika Serikat ) pada 11 April 2018. Kekayaan Arnault naik sekitar USD 2,8 miliar. Bahkan dia mencatatkan kenaikan kekayaan terbesar dalam satu hari.

Total kekayaan Arnault tersebut masih di bawah Jeff Bezos, pendiri Amazon. Jeff Bezos masih menduduki peringkat pertama orang terkaya di dunia dengan kekayaan USD 120 miliar atau sekitar Rp 1.651 triliun. Disusul Bill Gates dengan kekayaan USD 91 miliar atau sekitar Rp 1.252 triliun. Kemudian Warren Buffett di posisi ketiga dari daftar orang terkaya di dunia dengan kekayaan USD 84,8 miliar atau sekitar Rp 1.167 triliun.

Arnault mampu geser posisi pendiri Zara yaitu Amancio Ortega yang kini berada di peringkat ke-5 orang terkaya di dunia. Kekayaan Ortega mencapai USD 69,6 miliar atau sekitar Rp 957,82 triliun.

Kemudian disusul Carlos Slim dengan kekayaan USD 67,9 miliar atau sekitar Rp 934,37 triliun. Selain itu Arnault juga mampu menggeser posisi pendiri Facebook Mark Zuckerberg. Total kekayaan Zuckerberg USD 67 miliar atau sekitar Rp 921,96 triliun.

Mengutip laman highsnobiety, Jumat (12/4/2018), dengan jabat posisi sebagai CEO LVMH, Arnault mengawasi 70 merek barang mewah termasuk Louis Vuitton, Givenchy, Celine dan Dior.

Pada 2017, perusahaan bermarkas di Paris ini mencatatkan rekor penjualan 42,6 miliar euro. Angka penjualan Louis Vuitton itu naik 13 persen dari posisi 2016. Permintaan meningkat di wilayah timur diperkirakan membantu kinerja keuangan LVMH.

Selain itu, didukung penguatan euro terhadap dolar Amerika Serikat dan pound sterling. Perseroan juga mampu membuat langkah besar dengan merambah digital. Tahun lalu, perseroan meluncurkan platform belanja barang mewah 24 Sevres.

♦ Intip Kisah Sukses Bos Louis Vuitton
Apa Anda mengenal atau pernah mendengar perusahaan Louis Vuitton? Louis Vuitton merupakan salah satu perusahaan fashion mewah asal Prancis. Di balik kesuksesan berdirinya perusahaan fashion tersebut, terdapat satu sosok yang sangat berpengaruh bernama Bernard Arnault.

Bernard Arnault lahir pada 1949 dan merupakan mahasiswa lulusan Jurusan Teknik. Pada tahun 1970-an, dia mencoba menjalankan bisnis yang dibangun ayahnya. Ia meyakinkan ayahnya bahwa dirinya mampu mengembangkan perusahaan tersebut dengan membuat sektor real estate.

Untuk mewujudkan keinginannya tersebut, dia mencoba bekerja sama dengan beberapa perusahaan mewah, seperti Christian Dior dan Le Bon Marche.

Tak mengecewakan, usahanya tersebut mampu membuahkan hasil manis. Saat ini, ia telah menjadi orang yang sukses, terbukti ia mampu menjadi orang terkaya di Prancis dan bahkan menduduki peringkat ke-7 orang terkaya menurut Forbes. Total kekayaannya saat ini tercatat senilai US$ 64,4 miliar atau Rp 870,47 triliun (kurs US$ 1=Rp 13.516).

Baca Juga : Fakta Menarik Mengenai Brand Mewah Louis Vuitton

♦ Masa Kecil
Bernard Arnault terlahir dengan nama Bernard Jean Etienne Arnault pada 5 Maret 1949 di Roubaix, Prancis. Ayahnya bernama Leon Arnault, adalah seorang kontraktor perusahaan Ferret-Savinel.

Ia mengikuti sekolah Maxence Van Der Meersch di Roubaix, dan setelah lulus ia masuk Ecole Polytechnique dan mendapat gelar teknik pada tahun 1971.

♦ Perjalanan bisnis
Bernard Arnault menjalankan bisnis ayahnya setelah lulus dari perkuliahan. Ia berencana untuk mengembangkan perusahaan tersebut. Terbukti pada tahun 1976, ia sukses mengembangkan perusahaan tersebut dan aset perusahaan naik drastis.

Pada 1974, dia menjadi direktur dan kemudian menjadi CEO pada tahun 1977. Ia juga sukses membuat ayahnya sebagai presiden direktur pada tahun 1979.

♦ Pindah ke AS
Pada tahun 1981, ia bersama keluarganya pindah ke Amerika Serikat karena sosialis Prancis. Di sana, ia juga mengembangkan bisnisnya di Palm Beach, Florida dan membangun kantor cabang di Amerika Serikat.

Kemudian, dia mencoba bekerja sama dengan perusahaan Christian Dior dan Le Bon Marche. Setelah itu, ia menjadi CEO Christian Dior pada tahun 1985.

Pada tahun 1987, dia berinvestasi pada perusahaan LVMH (Louis Vuitton Moet Hennessy) melalui Henri Racamier. Kemudian pada Januari 1989, ia memiliki nilai 43,5% dari aset LVMH yang membuatnya terpilih sebagai CEO dari LVMH.

Setelah menjadi CEO LVMH, ia mencoba mengembangkan perusahaannya bekerja sama dengan perusahaan besar seperti Guerlain, Loewe, Marc Jacobs, Sephora, dan Thomas Pink.

Bernard mengambil alih perusahaan mewah LVMH, yang merupakan suatu ambisi yang besar. Ia menunjukkan kebulatan tekad dalam sistematis untuk mengambil alih perusahaan tersebut.

Perusahaan Bernard saat ini telah banyak menjalankan kegiatan amal seperti peduli sesama manusia, penelitian sains dan medis, peduli anak kecil, dan amal untuk rumah sakit di Paris. Kisah suksesnya menjadi inspirasi bagi para pengusaha fashion di seluruh dunia.

♦ Berikut beberapa penghargaan yang pernah diperoleh Bernard Arnault:
– Commander of the French Legion of Honour pada tahun 2007
– Grand Officer of the French Legion pada tahun 2011
– Corporate Citizenship dari Woodrow Wilson International Center

Fakta Menarik Mengenai Brand Mewah Louis Vuitton Fakta Menarik Mengenai Brand Mewah Louis Vuitton

Louivuittonoutlet.net – Mewah, timeless, dan delicate. Tiga kata ini mungkin jadi deskripsi yang pas untuk menggambarkan brand fashion papan atas Louis Vuitton. Kepopuleran namanya, monogram khasnya, dan bentuk-bentuk ikonisnya membuat siapa saja dijamin ‘hapal’ dan tak asing dengan tampilan produk-produk Louis Vuitton.

Nama brand ini diambil dari nama sang pendiri bernama Louis Vuitton yang lahir pada tahun 1821. Setelah melalui perjalanan karier yang panjang di bidang craftmanship di Prancis, ia pun akhirnya mendirikan perusahaan boks dan koper Louis Vuitton pada tahun 1854.
Kepopuleran Louis Vuitton karena craftmanship dan kualitas-kualitas produknya membuat banyak perusahaan turut menjiplak desain dan ciri khas mereka. Akhirnya, pada tahun 1896, pola monogram Louis Vuitton mulai diperkenalkan. Pola ini begitu ikonis dan sudah melekat selama 123 tahun dalam desain-desain Louis Vuitton.

Bagaimana tidak, monogram yang terdiri dari huruf L dan V yang saling bertautan, pola bunga dengan empat kelopak, dan pola organic bergaya trefoil, dari inspirasi perpaduan gaya Jepang dan desain oriental pada era Victoria ini seringkali menjadi simbol ‘kelas’ dalam lingkungan sosial.

Brand yang telah berdiri sejak 1854 ini menjadi salah satu saksi perkembangan fashion dunia. Berikut akan kami rangkumkan beberapa fakta menarik lainnya dari brand papan atas Louis Vuitton. Apa saja?

➢ 1. Sebelum terkenal karena brand yang diciptakannya, Louis Vuitton adalah seorang laki-laki yang berasal dari keluarga pekerja menengah ke bawah. Ia meninggalkan rumah keluarganya sejak usia 13 tahun untuk mengejar mimpi besarnya ke Paris.

➢ 2. Perjalanan 292 mil atau 470 km dari rumah keluarga yang terletak di daerah Prancis Timur ke Paris, ia lakukan dengan berjalan kaki selama dua tahun lamanya. Perjalanan panjang itu ia lakukan dengan pemberhentian secara berkala untuk melakukan pekerjaan sambilan. Ini cara yang harus dilakukannya untuk menopang kebutuhan dan kehidupan pribadinya.

➢ 3. Sesampainya di Paris pada tahun 1837, Louis Vuitton menemukan pekerjaan di sebuah workshop untuk membuat boks dan kemasan. Kelihaiannya diakui banyak orang. Reputasinya meningkat dan namanya semakin dikenal sebagai pengrajin terhormat. Karena ketrampilannya tersebut, ia ditunjuk sebagai staf khusus yang membuat boks-boks (koper) untuk kebutuhan Eugenie de Montijo, yang merupakan istri dari Napoleon Bonaparte, Kaisar Prancis dari tahun 1804 sampai tahun 1814. Momen inilah yang jadi ‘pintu’ utamanya untuk bergabung dengan kelas-kelas elit Prancis.

➢ 4. Perjalanan kariernya tersebut membuatnya bisa mendirikan perusahaan sendiri pada tahun 1854. Meski perusahaan Louis Vuitton sudah berdiri sejak 1854 sebagai perusahaan boks dan koper traveling, ia baru mulai membuat tas jinjing pada tahun 1892.

Baca Juga : Louis Vuitton dan Cara Membedakan Tas Ori dan KW

➢ 5. Salah satu tas Louis Vuitton paling populer dengan nama ‘Speedy’, pada mulanya sebenarnya diciptakan untuk boks atau koper traveling. Namun, suatu saat Audrey Hepburn, bintang film sekaligus ikon fashion, menelepon pihak Louis Vuitton dan memohon untuk dibuatkan versi mini dari Speedy tersebut. Sontak, kepopuleran tas Speedy ini memuncak dan jadi model tas Louis Vuitton paling populer hingga sekarang.

➢ 6. Selain Speedy, tas ‘Alma’ menjadi salah satu model tas Louis Vuitton yang tak kalah populer. Tas ini sebenarnya didesain khusus atas permintaan pribadi Coco Chanel. Bentuknya yang chic, cantik, dan feminin ini digandrungi oleh setiap perempuan hingga saat ini. Uniknya lagi, tas Louis Vuitton model Alma ini jadi satu-satunya tas yang pernah dijinjing Coco Chanel, selain mereknya sendiri.

➢ 7. Tahukah Anda bahwa proses quality check dari tas Louis Vuitton melalui proses yang sangat panjang? Sebelum dijual, tas Louis Vuitton harus melalui tes ketahanan seperti dimasukkan benda berat seberat 3,5 kg dan dijatuhkan dari ketinggian setengah meter selama empat hari berturut-turut. Tidak sampai di situ, zipper dari tasnya pun harus terus menerus dibuka-tutup sebanyak 5,000 kali untuk memastikan ketahanannya. Wow!

➢ 8. Fakta yang satu ini mungkin akan menyakitkan bagi sebagian Anda. Semua tas dan sepatu Louis Vuitton yang tak terjual, akan dikembalikan ke pabrik di Prancis, lalu dihancurkan dan dibakar. Menyakitkan, bukan? Ya, hal ini harus dilakukan untuk memastikan imej brand Louis Vuitton agar tetap eksklusif.

➢ 9. Louis Vuitton tidak akan pernah memberikan harga diskon pada barang-barang yang mereka produksi. Seperti poin sebelumnya, jika barang tak terjual, maka diskon bukanlah solusi.

➢ 10. Semua tas Louis Vuitton dibuat secara handmade-atau murni keahlian tangan. Kabarnya, dibutuhkan waktu satu minggu untuk membuat satu tas.

➢ 11. Monogram populer Louis Vuitton dipopulerkan oleh anak Louis Vuitton yang bernama Georges Vuitton. Monogram tersebut dibuat untuk menghindari segala bentuk plagiarisme dari perusahaan lain terhadap brand Louis Vuitton.

➢ 12. Louis Vuitton memiliki sekitar 460 toko di 50 negara. Tokonya yang terbesar terletak di 101 avenue des Champs-Elysees, Paris, Prancis dengan luas sekitar 1800 meter persegi. Kemudian, di Nevada, Amerika Serikat, Louis Vuitton memiliki lima butik resmi di jajaran jalan yang sama. Dan yang terunik terletak di Singapura yang kini menjadi bagian dari ikon wilayah Marina Bay Sands. Toko tersebut memiliki toko buku, tempat relaksasi, galeri, hingga terowongan bawah laut yang mengarah ke hotel dan mal Marina Bay Sands.

Brand Louis Vuitton Yang Berawal Dari Anak Muda Miskin Brand Louis Vuitton Yang Berawal Dari Anak Muda Miskin

Louivuittonoutlet.net – Berdiri sejak 1854, siapa yang tak kenal produk dan merek Louis Vuitton yang sudah melanglang hampir ke seluruh pelosok dunia. Merek besar asal Paris ini telah melahirkan sejumlah produk fashion termewah di dunia.

Salah satu produk fashion terpopuler dan termahal yang pernah diluncurkan Louis Vuitton adalah Kusama Pumpkin Minaudiere yang dibandrol hingga US$ 133.400 atau setara Rp 1,57 miliar. Meski harganya melambung tinggi, lima tas karya desainer ternama Yayoi Kusama itu terjual habis.

Popularitasnya memang tak diragukan lagi. Meski demikian, masih jarang yang tahu, merek besar dan termahal di dunia itu lahir dari nama seorang pemuda miskin yang bahkan tak punya pekerjaan. Inovasi si pemuda miskin bernama Louis Vuitton itu berhasil menyuburkan produk-produknya hingga sekarang.

Bagaimana lika-liku perjalanan perusahaan Louis Vuitton hingga mampu memproduksi salah satu tas termahal di dunia? Apa yang membuat harga tas tersebut mencapai angka miliaran rupiah?

Berikut kisah sejarah Louis Vuitton seperti dikutip dari The Richest, The Born Rich, dan situs resmi Louis Vuitton serta berbagai sumber lainnya,

• Louis Vuitton, merek besar yang lahir dari nama pemuda miskin
Kebesaran merek fashion Louis Vuitton di mata dunia pasti membuat para penggunanya tak pernah menyangka, nama tersebut lahir dari seorang remaja super miskin tanpa pekerjaan. Tak tahan dengan kehidupannya di perbatasan Prancis, Louis Vuitton yang lahir pada 1821 mengungsi ke beberapa tempat sejak usia 14 tahun.

Vuitton merupakan pemuda super miskin yang bekerja serabutan demi mencukupi kehidupannya sehari-hari. Dua tahun kemudian, dia tiba di Paris dan melamar di sebuah pabrik pembuat koper dan peti barang, Mosieur Marechal.

Dia mengabdi selama 17 tahun di perusahaan tersebut. Pengalaman bertahun-tahun yang diperolehnya lebih dari cukup untuk membekalinya mendirikan bisnis koper sendiri. Dia sangat paham apapun yang diperlukan para wisatawan.

Pada 1854, dia pun mendirikan toko pertamanya bernama Louis Vuitton Malletier (Louis Vuitton si pembuat koper). Inovasi Vuitton terus membuat tas koper buatannya semakin moderen. Pola dan karyanya yang unik dan berbeda membuat produknya populer di kalangan selebritis dan keluarga kekaisaran.

Pada 1888, dia mulai mematenkan namanya dengan membuat lambang L dan V sebagai tanda merek besar Louis Vuitton.

• Louis Vuitton, merek paling mahal di dunia
Nomor satu dalam jajaran merek barang mewah adalah Louis Vuitton. Harga mereknya diprediksi mencapai US$ 23,58 miliar. Melihat harganya, hingga beberapa tahun ke depan, tak akan ada satu merek pun yang mampu menandingi mahalnya nilai merek Louis Vuitton.

Saat ini, merek yang dilahirkan Louis Vuitton ini merupakan yang terbaik di Prancis. Merek ini telah melanglang ke lebih dari 60 negara di duni. Terdapat lebih dari 500 butik yang telah dibangun di beberapa negara tersebut.

Merek yang telah resmi berdisi sejak 1854 itu, hingga saat ini masih sangat terkenal di antara berbagai produk mewah lainnya. Berbagai desain inovatif yang terus diluncurkan Louis Vuitton dan keturunannya bahkan membuat merek tersebut menjadi merek paling mahal di dunia.

• Tas pertama Louis Vuitton lahir setelah Vuitton wafat
Merek Louis Vuitton semakin besar dan elegan di kalangan selebritis dan bangsawan berkat inovasi tanpa henti yang dikembangkan pemiliknya. Usai pendirinya, Vuitton wafat pada 1892, sang anak, Georges terjun meneruskan bisnis keluarga tersebut.

Georges sukses melebarkan sayap bisnis fashion tersebut hingga ke berbagai negara di pelosok dunia. Di tahun yang sama dengan waktu tutup usia Vuitton, perusahaan mulai merancang dan menjual tas.

Pada 1991, keluarga Vuitton merancang tas `Stemer` yang sangat terkenal. Stemer merupakan leluhur koper bertekstur lembut yang digunakan hingga sekarang. Awalnya tas tersebut berfungsi untuk menyimpan pakaian tapi akhirnya banyak orang menggemarinya.

Siapa sangka, tas rancangannya justru menjadi ikon utama di antara produk-produk fashion Louis Vuitton lainnya. Tas-tas produksinya yang teramat populer berhasil membawa nama Louis Vuitton hingga sekarang.

Baca Juga : Tips Untuk Membedakan Louis Vuitton Asli dengan Palsu

• Tas Paling Mahal yang Dijual Louis Vuitton
Kusama Pumpkin Minaudiere merupakan tas paling mahal yang diproduksi Louis Vuitton. Hargannya melambung tinggi hingga US$ 133.400 atau setara Rp 1,57 miliar. Tingginya harga tas tersebut karena jumlah produksinya yang sangat terbatas.

Sepanjang sejarah, perancangnya yang populer Yayoi Kusama hanya memproduksi lima tas serupa. Lebih dari itu, tas tersebut terbuat dari emas murni, manik-manik hitam super mahal, serta kombinasi logam-logam terbaik di dunia.

Tak heran, Louis Vuitton membrandolnya dengan harga super mahal. Tas mewah lain yang dijual Louis Vuitton adalah Coquille d’Oeuf Minaudiere seharga US$ 101.000 atau setara Rp 1,19 miliar. Tas tersebut dikenalkan pada 2012. Mewahnya tas itu merupakan hasil kerja sama perusahaan dengan direktur kreatifnya, Marc Jacobs. Namanya yang terkenal di dunia fashion membantu mengarahkan visi artistik perusahaan.

• Cuma 1% merek asli Louis Vuitton yang beredar di pasaran, sisanya palsu
Motif khas Louis Vuitton, gambar bunga asal Jepang, telah identik dengan kemewahan sejak pertama kali diperkenalkan pada 1896. Tak hanya motifnya yang khas, Vuitton juga menggunakan logo monogram di semua produknya termasuk tas-tasnya.

Awalnya, logo monogram itu diciptakan guna mencegah pemalsuan dari perusahaan desainer tas lainnya di Paris. Ironisnya, logo tersebut justru mudah ditiru dan merupakan logo yang paling banyak ditiru sepanjang sejarah fashion.

Bayangkan saja, dari semua produk Louis Vuitton yang beredar di pasaran, hanya 1% merek yang dianggap otentik dan asli diluncurkan perusahaan asal Paris tersebut. Logo tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai penjuru dunia, baik lewat penjelajah, pelayar dan wisatawan asing yang bertandang ke Paris.

Di Indonesia, pemandangan masyarakat biasa menenteng tas dan dompet bermotif persis seperti logo Louis Vuitton juga sering terlihat. Peluang memalsukan logo tersebut banyak dimanfaatkan para pedagang yang ingin meraup untung dari masyarakat yang ingin terlihat bergaya hidup mewah.

Meski begitu, Louis Vuitton tetap menjadi salah satu lambang kemewahan dan kehidupan glamor baik di kalangan selebritis dunia, sosialita, pejabat, maupun masyarakat kelas atas lainnya.

Louis Vuitton Perkenalkan Berlian Terbesar Kedua diDunia Louis Vuitton Perkenalkan Berlian Terbesar Kedua diDunia

Louivuittonoutlet.net – Rumah mode asal Prancis, Louis Vuitton, terus menunjukkan keseriusan mereka dalam menghadirkan high-end fashion kepada para pelanggannya. Tak lagi hanya berfokus pada pakaian dan aksesoris high-end, kini, brand ini juga menaruh perhatian khusus pada perhiasan mewah yang dibuat dari bahan langka, termasuk berlian.

Baru-baru ini, brand tersebut mengumumkan bahwa mereka telah mengakuisisi berlian terbesar kedua di dunia. Berlian ini dinamakan Sewelô, yang artinya ‘penemuan langka’ dalam bahasa Setswana, Afrika Selatan.

Dalam keterangan pers yang diterima kumparanWOMAN, Louis Vuitton menyatakan bahwa berlian 1.758 karat ini ditemukan pada April 2019 di gua Karomine, Botswana, Afrika, dan diperkirakan telah berusia sekitar 2 miliar tahun. Ukuran berlian ini hampir menyerupai bola tenis, yaitu 83mm x 62 mm x 46 mm dan berat 352 gram.

Rumah mode asal Prancis itu mengklaim, belum pernah ada berlian mentah yang mengalahkan ukuran Sewelô, kecuali berlian Cullinan yang memiliki bobot 3.106 karat dan telah diolah menjadi perhiasan milik keluarga kerajaan Inggris.

Saat ini, Sewelô masih terbungkus dalam lapisan karbon hitam yang menutupi rupa aslinya. Berlian ini diambil dengan teknologi tinggi milik Lucara Corporation, yang memungkinkan berlian tersebut dikeluarkan dari tanpa merusak batu yang membungkusnya.

Baru-baru ini, bentuk awal Sewelô yang masih terbungkus karbon telah dipamerkan kepada selebriti papan atas, editor, juga klien di toko flagship Louis Vuitton, Place Vendôme, Paris. Para undangan khusus ini diberikan kesempatan untuk melihat bentuk mentah Sewelô, sebelum berlian itu diolah menjadi beberapa perhiasan oleh Louis Vuitton.

Untuk selanjutnya, Louis Vuitton akan menggali lebih potensi berlian ini bersama HB Company, sebuah perusahaan pengolah berlian dari Antwerp, Belgia. Mereka akan menggunakan teknologi termutakhir untuk memahami karakteristik dan potensi final dari berlian tersebut, sekaligus merencanakan bentuk akhirnya.

Baca Juga : Beberapa Perbedaan Ikat Pinggang LV Original vs Palsu

“Langkah pertamanya adalah dengan membuka jendela menuju batu ini, demi melihat jantung dari Sewelô, lalu merencanakan berbagai permutasi untuk ukuran, warna, dan bentuk (akhir berlian),” tulis Louis Vuitton dalam keterangan pers.

Hal ini juga dibenarkan oleh Michael Burke, CEO sekaligus Chairman dari Louis Vuitton. Dalam acara makan malam eksklusif yang diadakan untuk memperkenalkan berlian itu, Burke mengatakan bahwa saat ini ada berbagai kemungkinan untuk berlian tersebut.

“Biasanya, (akan ada) berlian bentuk akhir yang sudah dipoles dan dipotong dan ditunjukkan kepada sejumlah klien potensial. Mereka bisa menyukainya dan bisa juga tidak. Tapi, aspek (penciptaan) kreatif bukanlah bagian dari hubungan antara klien dan kami. Di sini, kami ingin agar hubungan itu bisa berkembang sejauh mungkin,” tuturnya, seperti dikutip Vogue.

Sesuai yang dikatakan Burke, berlian ini akan diproses menjadi perhiasan dengan sistem made-to-order atau sesuai permintaan klien, dalam bentuk bunga dan bintang yang menjadi motif khas Louis Vuitton. Seperti diutarakan oleh rumah mode tersebut, ukuran dan permukaan Sewelô yang hitam menjadikan berlian itu perlu diproses dengan nano-technology tertinggi, alih-alih menggunakan teknologi biasa. Menurut mereka, dibutuhkan waktu sekitar setahun untuk melihat transformasi Sewelô menjadi perhiasan yang apik.