Info Louis Vuitton

Item Fashion Unik Dari Louis Vuitton – Louis Vuitton merupakan salah satu brand terkenal yang sangat mendunia. Harga barang LV juga terbilang mahal-mahal loh. Berikut ini ada beberapa item fashion unik dari LV

1. Tas Bentuk Pesawat
Diperkenalkan pada bulan Januari 2021, tas terbaru milik Louis Vuitton ini cukup menyita perhatian publik. Sebab tas buatan desainer Amerika sekaligus artistic director koleksi pria Louis Vuitton, Virgil Abloh itu berbentuk pesawat terbang.
Tas tersebut dibuat lengkap dengan beragam detail mirip pesawat pada umumnya. Termasuk bagian sayap dan mesin nacelle yang semuanya bergambar logo monogram khas Louis Vuitton. Tas ini dibanderol dengan harga yang fantastis, yakni USD 39 ribu atau sekitar Rp 567 juta.

Item Fashion untuk Dari Louis Vuitton

2. Tempat Penyimpanan Lipstik
Dikemas dengan desain monogram ikoniknya, Louis Vuitton lipstick case atau tempat penyimpanan lipstik memang dibuat untuk memenuhi kebutuhan para perempuan yang sering bepergian dan tetap ingin tampil stylish saat membawa peralatan makeup, terutama lipstik.
Lipstik case atau tempat penyimpanan lipstik merupakan salah satu barang unik sekaligus indah yang dikeluarkan oleh Louis Vuitton. Kotak penyimpanan lipstik yang terinspirasi tahun 1920-an ini dibanderol dengan harga resmi sekitar Rp. 14 jutaan.
3. Tas Tangan LED
Dunia fashion selalu menghadirkan berbagai inovasi terbaru yang menggoda para penggemar. Salah satunya adalah koleksi tas tangan dari Louis Vuitton yang menampilkan layar LED. Koleksi tas yang dihadirkan terdiri dari dua seri, yakni tas duffle ikonik (dalam warna hitam dan cokelat) dan tas bucket.
4. Tas Bola Basket
Tas Ball in Basket milik Louis Vuitton kolaborasi NBA ini cukup unik. Berbentuk bulat layaknya bola basket, dengan bahan dari grain leather.. Di seluruh material kulit ditambahkan cetakan monogram LV yang menjadi ciri khas setiap produk rumah mode tersebut.
Tas Ball in Basket merupakan tas yang serba guna, karena bisa dipakai dengan jaring bola basket yang dapat dilepas, atau tanpa menggunakan jaring. Untuk membawa pulang tas tersebut, bisa mengunjungi situs online Louis Vuitton seharga 4.450 dollar AS atau sekitar Rp 63,4 juta.

1 1

Ketahui Alasan Mengapa Louis Vuitton Mahal – Tas- tas yang biasa kita temukan di pasar sangatlah berbeda dengan tas yang ada di dalam mall kebanyakan. Tas yang ada di dalam mall biasanya memiliki harga yang sangat mahal. Harga yang mahal biasanya karena merek yang mereka punya sangatlah terkenal sampai keluar negeri. Berikut alasan mengapa merk Louis Vuitton sangatlah mahal

Pada tahun 1858 produk pertama dibuat, yaitu sebuah travel bag atau koper dengan desain yang ringan, tahan lama serta kedap air. Pada tahun 1896 George Vuitton, anak dari Louise Vuitton, menciptakan monogram iconic Louise Vuitton serta patern bunga yang kini menjadi logo kebanggaan LV. Itu diciptakan untuk menghormati mendiang ayahnya yang meninggal pada tahun 1892.

Sejak didirikan, tas Louise Vuitton kerap kali dipakai oleh bangsawan Perancis di tahun 1800-an dan merek itu hingga kini terus menjadi merek mewah yang dipakai oleh banyak model di dunia modern saat ini.

Sekarang ini produknya sudah banyak dan logo LV telah banyak dipakai di berbagai produk mulai dari tas, baju, sepatu, perhiasan hingga toilet. Saat ini Louis Vuitton bernilai US$ 47 miliar dolar.

Alasan kenapa tas merek ini sangat mahal adalah karena memiliki biaya pembuatan yang sangat tinggi. Selain itu, tas ini diproduksi di Perancis dan dibuat oleh pengrajin berpengalaman dari Eropa dan Amerika. Bahan yang digunakan juga sangat mahal. Produk-produknya juga masih dijahit dengan menggunakan tangan atau mesin jahit biasa.

Baca Juga ;Fakta Menarik Mengenai Louis Vuitton

Lebih lanjut, produk Louise Vuitton ternyata hanya dibuat sedikit saja alias terbatas. Itu membuat harganya semakin lama semakin mahal. Membuat persediaan yang terbatas juga sengaja dilakukan oleh perusahaan untuk mencegah tas dijual dengan harga murah atau didiskon. Louise Vuitton menjadi satu-satunya merek yang tidak pernah menjual barangnya dengan harga diskon.

Namun, tingginya harga sebuah tas Louise Vuitton ini menyebabkan produk menjadi barang yang paling banyak ditargetkan untuk ditiru pada tahun 2018. Louise Vuitton menduduki posisi pertama dari 10 merek mewah yang paling banyak ditiru pada tahun 2018. Di belakangnya ada Gucci, Chanel, Prada, Coach, Burberry, Fendi, Celine, Hermes dan Saint Laurent.

Pada tahun 2019, Louise Vuitton mencakup 50,9% dari produk yang paling banyak ditiru di dunia. Sementara Gucci ada di posisi kedua dengan 13,5% bagian, dan selanjutnya ada channel dengan 12,3%. Sisanya, sebanyak 23,4% dipegang oleh merek lainnya.

Para ahli menyebut alasan mengapa Louis Vuitton menjadi produk yang paling banyak ditiru adalah karena brand ini tetap sama dari 150 tahun lalu, membuat orang-orang mudah untuk membuat barang palsu yang tidak terlalu jauh dari aslinya. Namun begitu, strategi Louis Vuitton untuk menarik pelanggan sangat kuat, membuatnya terus disukai dan dicari. Louise Vuitton juga terus memasarkan produknya ke berbagai negara di seluruh dunia.

Strategi ini cukup sukses di China, salah satu pasar paling penting bagi Louise Vuitton. Merek ini pertama kali memasuki China pada tahun 1992 dan menjadi merek mewah asing pertama yang mendirikan toko fisik di China.

Kesuksesan Louise Vuitton juga tidak lepas dari peran Bernard Arnold yang menjabat sebagai CEO dari LVMH. Pada saat itu, China juga sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat di mana banyak warga middle class yang semakin kaya dan memiliki pendapatan yang lebih tinggi. Hal itu membuat China menjadi pasar yang cukup menjanjikan untuk merek mewah.

Pada 2018, pembelian produk mewah Global mencapai US$ 115 miliar. Sepertiga belanja global ada di China. Tingginya permintaan di China juga membuat harga produk menjadi lebih mahal di Negeri Tirai Bambu. Misalnya saja Louise Vuitton, harganya di China bisa 21% lebih mahal daripada harga penjualan rata-rata global.

1 1

Fakta Menarik Mengenai Louis Vuitton – Didunia ini terdapat banyak sekali brand-brand yang terkenal. Salah satu brand yang terkenal dan mendunia adalah Louis Vuitton. Brand ini biasa di panggil dengan sebutan LV. LV memiliki harga jual barang yang sangat mahal, tidak hanya itu LV mempunyai banyak sekali keunggulan yang membuatnya mahal. Berikut adalah fakta menarik mengenai brand Louis Vuitton

1. Sebelum terkenal karena brand yang diciptakannya, Louis Vuitton adalah seorang laki-laki yang berasal dari keluarga pekerja menengah ke bawah. Ia meninggalkan rumah keluarganya sejak usia 13 tahun untuk mengejar mimpi besarnya ke Paris.

2. Perjalanan 292 mil atau 470 km dari rumah keluarga yang terletak di daerah Prancis Timur ke Paris, ia lakukan dengan berjalan kaki selama dua tahun lamanya. Perjalanan panjang itu ia lakukan dengan pemberhentian secara berkala untuk melakukan pekerjaan sambilan. Ini cara yang harus dilakukannya untuk menopang kebutuhan dan kehidupan pribadinya.

3. Sesampainya di Paris pada tahun 1837, Louis Vuitton menemukan pekerjaan di sebuah workshop untuk membuat boks dan kemasan. Kelihaiannya diakui banyak orang. Reputasinya meningkat dan namanya semakin dikenal sebagai pengrajin terhormat. Karena ketrampilannya tersebut, ia ditunjuk sebagai staf khusus yang membuat boks-boks (koper) untuk kebutuhan Eugenie de Montijo, yang merupakan istri dari Napoleon Bonaparte, Kaisar Prancis dari tahun 1804 sampai tahun 1814. Momen inilah yang jadi ‘pintu’ utamanya untuk bergabung dengan kelas-kelas elit Prancis.

4. Perjalanan kariernya tersebut membuatnya bisa mendirikan perusahaan sendiri pada tahun 1854. Meski perusahaan Louis Vuitton sudah berdiri sejak 1854 sebagai perusahaan boks dan koper traveling, ia baru mulai membuat tas jinjing pada tahun 1892.

5. Salah satu tas Louis Vuitton paling populer dengan nama ‘Speedy’, pada mulanya sebenarnya diciptakan untuk boks atau koper traveling. Namun, suatu saat Audrey Hepburn, bintang film sekaligus ikon fashion, menelepon pihak Louis Vuitton dan memohon untuk dibuatkan versi mini dari Speedy tersebut. Sontak, kepopuleran tas Speedy ini memuncak dan jadi model tas Louis Vuitton paling populer hingga sekarang.

6. Selain Speedy, tas ‘Alma’ menjadi salah satu model tas Louis Vuitton yang tak kalah populer. Tas ini sebenarnya didesain khusus atas permintaan pribadi Coco Chanel. Bentuknya yang chic, cantik, dan feminin ini digandrungi oleh setiap perempuan hingga saat ini. Uniknya lagi, tas Louis Vuitton model Alma ini jadi satu-satunya tas yang pernah dijinjing Coco Chanel, selain mereknya sendiri.

7. Tahukah Anda bahwa proses quality check dari tas Louis Vuitton melalui proses yang sangat panjang? Sebelum dijual, tas Louis Vuitton harus melalui tes ketahanan seperti dimasukkan benda berat seberat 3,5 kg dan dijatuhkan dari ketinggian setengah meter selama empat hari berturut-turut. Tidak sampai di situ, zipper dari tasnya pun harus terus menerus dibuka-tutup sebanyak 5,000 kali untuk memastikan ketahanannya. Wow!

8. Fakta yang satu ini mungkin akan menyakitkan bagi sebagian Anda. Semua tas dan sepatu Louis Vuitton yang tak terjual, akan dikembalikan ke pabrik di Prancis, lalu dihancurkan dan dibakar. Menyakitkan, bukan? Ya, hal ini harus dilakukan untuk memastikan imej brand Louis Vuitton agar tetap eksklusif.

9. Louis Vuitton tidak akan pernah memberikan harga diskon pada barang-barang yang mereka produksi. Seperti poin sebelumnya, jika barang tak terjual, maka diskon bukanlah solusi.

kain kain

Jual Kain khas Palestina Louis Vuitton Tuai Protes Keras – Label fashion kenamaan Louis Vuitton menuai reaksi keras karena menjual syal yang terinspirasi dari keffiyeh, kain scarf atau syal tradisional Palestina. Merek mewah ini menjual kain tersebut dengan harga US$705 atau sekitar Rp10 juta dan menyatakan bahwa itu terinspirasi oleh Keffiyeh klasik yang diperkaya dengan ciri khas mereka.

“Teknik menenun jacquard digunakan untuk membuat pola Monogram yang rumit di atas dasar campuran katun, wol, dan sutra,” demikian deskripsi di situs Louis Vuitton.

“Lembut dan ringan dengan pinggiran berjumbai, aksesori abadi ini menciptakan suasana santai,” tambah dalam keterangan.

Kendati demikian, banyak yang menuduh Louis Vuitton “mengambil untung dari orang-orang yang tertindas” dan gagal mengakui pentingnya kain tersebut sebagai simbol nasionalisme Palestina.

kainn

“Sangat tidak sopan menjual simbol budaya Palestina, keffiyeh dengan harga US$705 yang menggelikan, tanpa mengakui bahwa itu milik budaya Palestina,” tulis seseorang di Twitter.

“Setidaknya akui rakyat Palestina dan perjuangan mereka. Bicara tentang apropriasi,” tambah yang lain.

“Louis Vuitton mengatakan mereka netral secara politik tapi mereka mendapatkan keuntungan dari penjualan syal terinspirasi keffiyeh seharga US$705 yang biasanya dikenakan oleh orang Arab dan simbol nasionalisme Palestina. Dan warnanya, apakah itu semacam komentar politik pasif?” ujar lainnya.

Arti potensial di balik warna biru dan putih syal adalah salah satu yang diangkat oleh banyak kritikus, dengan banyak yang mempertanyakan apakah merek tersebut sengaja memilih warna bendera Israel untuk aksesori tersebut.

Baca Juga : Perilisan Model Tas Berbentuk Pesawat

Kritik itu juga dibagikan oleh akun Instagram DietPrada, yang mengunggah serangkaian foto yang membandingkan syal Louis Vuitton dan keffiyeh tradisional.

“Jadi sikap LVMH terhadap politik adalah ‘netral,’ tetapi mereka masih membuat keffiyeh dengan logo yang terpampang seharga US$705, yang mana itu adalah hiasan kepala tradisional Arab yang menjadi simbol nasionalisme Palestina. Hmm…”

Saat itu, sumber di LVMH, yang memiliki Louis Vuitton dan Dior, telah mengatakan bahwa “sikap perusahaan terhadap politik adalah netral” dan bahwa itu tidak akan membatalkan kontrak Bella Hadid atas dukungannya yang untuk Palestina.

Nah itu dia ulasan mengenai kain khas palestina, semoga artikel ini membantu

Perilisan Model Tas Berbentuk Pesawat Perilisan Model Tas Berbentuk Pesawat

Perilisan Model Tas Berbentuk Pesawat – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut perilisan model tas berbentuk pesawat.

Men’s Paris Fashion Week Fall/Winter 2021-2022 tetap berlangsung meski pandemi belum mereda juga. Ikut ambil bagian, Louis Vuitton memperkenalkan koleksi teranyarnya dengan pilihan aksesori yang unik.

Direktur kreatif busana pria Louis Vuitton Virgil Abloh mengemas fashion show tersebut dalam bentuk film pendek yang disiarkan secara live streaming, Kamis (21/1/2021). Koleksi keenam Virgil untuk LV ini bertajuk Ebonics.

Unsur budaya Afrika begitu kental di koleksi ini. Virgil yang berdarah Amerika-Afrika ini ingin merayakan budaya asal nenek moyangnya. Kente, baju tradisional Afrika, menjadi salah satu inspirasi desainer sekaligus pendiri label Off-White itu.

“Dulu saya sering melihat ayah memakai baju Kente, tanpa ada dalaman, ke acara keluarga seperti pernikahan, pemakaman dan wisuda. Saat dia pergi ke pernikahan bergaya Amerika, dia akan memakai setelan. Saya lalu menggabungkan keduanya sebagai sebuah selebrasi budaya Ghana saya,” kata Virgil kepada Vogue.

Di tangan Virgil, Kente hadir dengan motif monogram khas LV dalam semburat kombinasi warna mencolok. Saat dipresentasikan, Kente menjadi semacam outer bergaya urban yang membungkus setelan yang necis hingga jaket bergaya kasual.

Virgil juga menggali inspirasi dari arsitektur ikonis di Paris. Lahirlah sebuah jaket yang dihiasi kumpulan bentuk bangunan bersejarah Prancis seperti Notre Dame dan Menara Eiffel

Baca Juga:Louis Vuitton Boyong Berlian Termahal ke Singapura

Di luar itu, aksesori juga menjadi daya tarik tersendiri. Terdapat beberapa tas klasik Louis Vuitton yang lahir baru dengan sentuhan yang lebih playful. Misal, tas seri
‘Keepall’ yang biasa dipakai untuk traveling atau nge-gym kini muncul dengan tulisan ‘tourist’ bergaya tiga dimensi. Warna oranye yang eye-catching mempertegas kesan jenakanya.

Hadir pula tas Louis Vuitton dengan bentuk yang belum pernah ada sebelumnya, yakni pesawat. Seorang model memakai setelan coklat dan mantel bulu saat menjinjing tas berbentuk pesawat bermesin ganda tersebut.

Di Instagram, tas Louis Vuitton ini menuai beragam reaksi. Banyak di antara netizen yang mempertanyakan fungsinya. “Aku pasti akan kesulitan mencari kunci di tas ini,” tulis seorang netizen di kolom komentar unggahan Louis Vuitton yang menampilkan tas tersebut.

“Ini hanya buat orang yang bingung cara menghabiskan uang,” kata lainnya. Ada pula yang menulis, “Berikutnya apa, tas kapal pesiar? Atau kereta? Sungguh konyol.”

Louis Vuitton Boyong Berlian Termahal ke Singapura Louis Vuitton Boyong Berlian Termahal ke Singapura

Louis Vuitton Boyong Berlian Termahal ke Singapura – Berikutnya kami akan memberi artikel terpercaya yang sudah kami ringkas dan buat seringan mungkin, agar bisa dibaca oleh segala kalangan,berikut louis vuitton yang boyong berlian termahal ke singapura.

Berlian terbesar kedua di dunia telah berada di Singapura. Melansir laman Strait Times, Jumat (7/8/2020), berukuran sebesar bola tenis, berlian 1.758 karat ini dibeli Louis Vuitton dan dipublikasikan pada Januari 2020.

Sekarang, pihaknya tengah memperlihatkan berlian tersebut untuk menemukan pembeli yang berminat hingga Selasa, 11 Agustus 2020. Dinamai Sewelo, yang berarti langka di bahasa Setswana, berlian ini ditemukan April tahun lalu.

Penemuannya terjadi di sebuah tambang di Botswana milik perusahaan penambang berlian asal Kanada, Lucara Diamond Corporation. Batu hitam berkilau ini merupakan berlian terbesar kedua yang tercatat sejarah, berada di belakang Cullinan, berlian 3.106 karat yang ditemukan di Afrika Selatan pada 1905.

Sewelo sendiri diperkirakan berusia dua miliar tahun dan merupakan berlian terbesar yang ditemukan di abad ini. Keputusan Louis Vuitton membeli berlian itu disebut gerakan berani.

Pasal, rumah mode Prancis ini lebih dikenal lewat produk tas tangan dan koper berdesain khas. Baru pada 2012, sang pemilik memutuskan terjun ke dunia perhiasaan mewah lewat eksistensi Place Vendome di Paris, Prancis.

“Berlian ini sangat unik. Kehadirannya merupakan representasi semangat dan gelora kami untuk jadi pelaku besar di bisnis perhiasan,” ucap Chairman and Chief Executive Louis Vuitton, Michael Burke. “Kami memposisikan diri untuk 100 tahun ke depan.”

Bakal Diolah Jadi Apa?
Louis Vuitton menolak berkomentar perihal rencana yang diusung dalam penggarapan batu langka tersebut. Perkiraannya, berlian ini bakal dipotong sesuai permintaan saat menemukan pembeli.

Merek ini sendiri dikenal punya kemampuan unik dalam memotong berlian ke dalam bentuk Monogram, LV Flower Cut, dan LV Star Cut. Louis Vuitton pun tengah bekerja sama dengan pemotong berlian berbasis di Antwerp, HB Company, untuk belajar dan merencanakan pengoptimalan berlian.

Kemungkinan bentuk potongannya tak terhingga. Cullinan membuat banyak potongan ragam bentuk dan ukurnan lewat tangan dua pengolah Crown Jewels di Inggris Raya. Showcase Sewelo merupakan langkah LV berkompetisi dengan perusahaan, seperti Cartier.

Bagi siapapun yang mau melihat berlian tersebut, pihaknya harus lebih dulu menghubungi contact service Louis Vuitton lewat telepon.

Slogan Louis Vuitton dalam Penutupan Paris Fashion Week Slogan Louis Vuitton dalam Penutupan Paris Fashion Week

Slogan Louis Vuitton dalam Penutupan Paris Fashion Week – Berikutnya kami akan memberi artikel terpercaya yang sudah kami ringkas dan buat seringan mungkin, agar bisa dibaca oleh segala kalangan,berikut mengenai sloga lv dalam enutupan paris fashion week.

LABEL mewah asal Prancis, Louis Vuitton memamerkan koleksi terbarunya pada hari terakhir Paris Fashion Week pada Selasa (6/10) waktu setempat.

Uniknya, koleksinya kali ini menampilkan aksentuasi berupa slogan di atas blouse, sweter, dan gaun. Slogan ini pun dibuat bukan tanpa tujuan.

Mengutip laman Reuters, para model melintasi runway Paris Fashion Week di gedung Art Deco, Paris. Pameran itu dibuka oleh seorang model yang berjalan dengan mengenakan sweter putih bertuliskan slogan Vote. Kemudian, beberapa model lainnya mengikuti sambil mengenakan busana bertuliskan ‘Skate’ atau ‘Bounce’.

Pihak Louis Vuitton sendiri mengatakan tidak ada tujuan khusus terkait slogan tersebut. Pasalnya, acara ini dilakukan beberapa minggu sebelum pemilihan presiden AS. Banyak yang mengira slogan tersebut mengacu pada pemilihan presiden AS.

Desainer pakaian untuk Louis Vuitton khusus wanita, Nicolas Ghesquiere, mengatakan dalam catatan acara bahwa koleksinya difokuskan pada batasan yang semakin berubah antar gender. Dengan menghadirkan beberapa oversized t-shirt. Model t-shirt bisa jadi maskulin atau feminin.

“Pada beberapa gaya, slogan terdiri dari kata-kata seperti perintah positif. Saya ingin mentransliterasi koleksi yang energik, kuat, dan berani,” kata Ghesquiere.

Ini merupakan salah satu acara pertunjukan yang diikuti Louis Vuitton di masa pandemi COVID-19. Para model mengenakan mantel yang lebih besar (oversized trench coat) di atas beberapa penampilan, dipadukan dengan sepatu bergaya bakiak serta clutchbag berukuran besar.

Baca Juga:Penyebab Anjloknya Kekayaan Bos Louis Vuitton

Sementara tampilan lainnya menggemakan gaya futuristik yang sering disalurkan oleh Ghesquiere, termasuk atasan dengan lengan berpola rumit dan jumpsuits perak yang berkilau.

Pihak Louis Vuitton menggelar pertunjukan dengan mengikuti protokol kesehatan seperti adanya jarak sosial di dalam La Samaritaine, sebuah waserba di Paris yang berusia 150 tahun milik perusahaan LVMH dan baju saja direnovasi.

Selain Louis Vuitton, brand ternama asal Prancis, Chanel, juga membawa sentuhan khas Hollywood di panggung pagelaran busana Paris Fashion Week 2021.

Gaun-gaun dengan aksentuasi bulu galmor, serta papan nama Chanel raksasa yang menyerupai papan nama Hollywood di perbukitan Los Angeles.

Para model berarak keluar masuk dari balik papan nama Chanel raksasa, disaksikan sejumlah tamu undangan yang duduk di kursi dengan aturan jarak sosial. (and)

Penyebab Anjloknya Kekayaan Bos Louis Vuitton Penyebab Anjloknya Kekayaan Bos Louis Vuitton

Penyebab Anjloknya Kekayaan Bos Louis Vuitton – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang penyebab anjloknya kekayaan bos louis vuitton.

Bernard Arnault, CEO LVMH yang juga orang terkaya ketiga di dunia, dalam sepekan kehilangan kekayaannya senilai US$ 6 miliar atau setara Rp 87 triliun (kurs Rp 14.500/US$).

Dilansir dari Forbes, Senin (3/8/2020), kekayaan bersihnya menjadi US$ 106,2 miliar atau Rp 1.539,9 triliun, dari sebelumnya US$ 112,1 miliar atau Rp 1.625,4 triliun.

Hal itu terjadi setelah LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton SE, atau yang lebih sering disebut LVMH, melaporkan kinerja keuangan yang buruk di paruh pertama 2020.

Saham LVMH anjlok 8% selama sepekan hingga 31 Juli 2020, setelah perusahaan menyebut penjualan di kuartal I-2020 mencapai US$ 21,7 miliar, turun 27% dalam periode yang sama di 2019.

Laba LVMH juga tercatat anjlok 84% menjadi sekitar US$ 615 juta. Pada perdagangan Senin, saham LVMH turun 4% usai laporan kinerja keuangan disampaikan.

Arnault mengatakan LVMH sudah cukup menunjukkan ketahanan pada paruh pertama 2020 dalam menghadapi pandemi virus Corona. Perusahaan telah menerapkan langkah-langkah untuk menekan biaya operasional dan mempercepat pertumbuhan penjualan online.

“Kami telah mengamati ada tanda-tanda kuat dari peningkatan aktivitas sejak Juni 2020, tapi kami akan tetap sangat waspada selama sisa tahun ini,” kata Arnault.

Memang terjadi peningkatan penjualan secara tajam di China selama kuartal II-2020. Namun, kinerja perusahaan barang mewah ini tak bisa terdongkrak lantaran penutupan sejumlah toko dan pabrik yang berada di luar China, serta kebijakan penangguhan perjalanan Internasional oleh berbagai negara.

Perjalanan Karir Arnault

Arnault memulai karir bisnisnya dengan menggunakan uang senilai US$ 15 juta dari kekayaan ayahnya yang sebelumnya memiliki perusahaan konstruksi, untuk membeli Christian Dior pada 1985. Ia kemudian mengakuisisi sejumlah perusahaan lainnya, seperti Financière Agache dan Boussac Saint-Frères.

Setelah itu dia menciptakan grup LVMH, perusahaan barang mewah yang berpusat di Paris, Prancis.

Kini di usianya yang ke-71, LVMH telah mengontrol sekitar 60 anak perusahaan, yang sebagian besar merupakan brand ternama di dunia. Nama-nama brand di bawah LVMH di antaranya ada Louis Vuitton, Dior, Givenchy, Celine, Fendi, Kenzo, TAG Heuer, Benefit Cosmetics, Marc Jacobs, Bulgari, hingga Emilio Pucci.

Arnault pernah hampir menyalip posisi Jeff Bezos sebagai orang terkaya di dunia pada awal tahun 2020. Namun dengan nilai kekayaannya sekarang, Arnault hanya bisa berada di posisi ketiga, di bawah Bill Gates yang ada di posisi kedua.

Fakta Menarik Brand Louis Vuitton Fakta Menarik Brand Louis Vuitton

Fakta Menarik Brand Louis Vuitton – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang fakta menarik brand louis vuitton yang sudah dirangkum dari sumber terpercaya.

1. Sebelum terkenal karena brand yang diciptakannya, Louis Vuitton adalah seorang laki-laki yang berasal dari keluarga pekerja menengah ke bawah. Ia meninggalkan rumah keluarganya sejak usia 13 tahun untuk mengejar mimpi besarnya ke Paris.

2. Perjalanan 292 mil atau 470 km dari rumah keluarga yang terletak di daerah Prancis Timur ke Paris, ia lakukan dengan berjalan kaki selama dua tahun lamanya. Perjalanan panjang itu ia lakukan dengan pemberhentian secara berkala untuk melakukan pekerjaan sambilan. Ini cara yang harus dilakukannya untuk menopang kebutuhan dan kehidupan pribadinya.

3. Sesampainya di Paris pada tahun 1837, Louis Vuitton menemukan pekerjaan di sebuah workshop untuk membuat boks dan kemasan. Kelihaiannya diakui banyak orang. Reputasinya meningkat dan namanya semakin dikenal sebagai pengrajin terhormat. Karena ketrampilannya tersebut, ia ditunjuk sebagai staf khusus yang membuat boks-boks (koper) untuk kebutuhan Eugenie de Montijo, yang merupakan istri dari Napoleon Bonaparte, Kaisar Prancis dari tahun 1804 sampai tahun 1814. Momen inilah yang jadi ‘pintu’ utamanya untuk bergabung dengan kelas-kelas elit Prancis.

4. Perjalanan kariernya tersebut membuatnya bisa mendirikan perusahaan sendiri pada tahun 1854. Meski perusahaan Louis Vuitton sudah berdiri sejak 1854 sebagai perusahaan boks dan koper traveling, ia baru mulai membuat tas jinjing pada tahun 1892.

5. Salah satu tas Louis Vuitton paling populer dengan nama ‘Speedy’, pada mulanya sebenarnya diciptakan untuk boks atau koper traveling. Namun, suatu saat Audrey Hepburn, bintang film sekaligus ikon fashion, menelepon pihak Louis Vuitton dan memohon untuk dibuatkan versi mini dari Speedy tersebut. Sontak, kepopuleran tas Speedy ini memuncak dan jadi model tas Louis Vuitton paling populer hingga sekarang.

Baca Juga: Bos Louis Vuitton Orang Terkaya di Industri Fashion

6. Selain Speedy, tas ‘Alma’ menjadi salah satu model tas Louis Vuitton yang tak kalah populer. Tas ini sebenarnya didesain khusus atas permintaan pribadi Coco Chanel. Bentuknya yang chic, cantik, dan feminin ini digandrungi oleh setiap perempuan hingga saat ini. Uniknya lagi, tas Louis Vuitton model Alma ini jadi satu-satunya tas yang pernah dijinjing Coco Chanel, selain mereknya sendiri.

7. Tahukah Anda bahwa proses quality check dari tas Louis Vuitton melalui proses yang sangat panjang? Sebelum dijual, tas Louis Vuitton harus melalui tes ketahanan seperti dimasukkan benda berat seberat 3,5 kg dan dijatuhkan dari ketinggian setengah meter selama empat hari berturut-turut. Tidak sampai di situ, zipper dari tasnya pun harus terus menerus dibuka-tutup sebanyak 5,000 kali untuk memastikan ketahanannya. Wow!

Antara Louis Vuitton Atau Hermès Mana Merk Yang Lebih Asli Antara Louis Vuitton Atau Hermès Mana Merk Yang Lebih Asli

Louivuittonoutlet.net – Hari ini kita hidup di zaman keaslian. Merek otentik, komunikasi otentik, dan hubungan otentik dengan konsumen diperlukan. Sebanyak 86% konsumen mengatakan keaslian merek itu penting ketika memutuskan merek mana yang akan didukung, menurut penelitian yang dilakukan oleh Stackla.

Temuan ini divalidasi oleh studi global lain oleh Cohn & Wolfe. Dalam survei terhadap 15.000 responden, 91% konsumen global mengatakan mereka akan menghargai merek karena keasliannya melalui “pembelian, investasi, dukungan atau tindakan serupa.” Dari 91% ini, lebih dari 60% akan “membeli atau menyatakan minat beli meningkat” dalam merek yang mereka anggap otentik.

Tidak ada dalam bisnis adalah pertaruhan keaslian yang lebih tinggi daripada di pasar mewah, di mana kepercayaan konsumen pada warisan, keahlian dan kualitas dihargai oleh kesediaan mereka untuk membayar premi untuk hak istimewa kepemilikan.

Dalam perekonomian saat ini, di mana konglomerat multinasional besar seperti LVMH dengan fiksasi di garis bawah dan pertumbuhan kuartalan dan keuntungan mendominasi, merek-merek mewah terancam karena terlalu hadir di mana-mana dan di mana-mana.

Ketika sebuah merek mewah terlihat dan tersedia di mana-mana, nilai kemewahannya – keasliannya sebagai kemewahan sejati – menjadi encer. Kontributor Fellow Forbes.com, Walter Loeb, menyajikan tinjauan luar biasa tentang keseimbangan halus yang dihadapi LVMH menjaga eksklusivitas dan meningkatkan aksesibilitas.

Keaslian adalah tantangan utama untuk merek-merek mewah
“Keaslian dianggap sebagai tantangan bagi segmen mewah di zaman kita,” tulis Patricia Anna Hitzler dan Günter Müller-Stewens dari Universitas St. Gallen, Swiss, dalam sebuah studi berjudul “Peran Strategis Keaslian dalam Bisnis Mewah.” Dalam penelitian ini, penulis mendefinisikan pendorong utama keaslian merek mewah untuk menjadi keahlian, kelangkaan pasokan, estetika yang unik dan tautan ke asal.

Lebih lanjut, Hitlzer dan Müller-Stewens menyarankan bahwa laba harus mengambil kursi belakang ke nilai dan cita-cita yang lebih tahan lama untuk mendapatkan status merek mewah yang benar-benar otentik untuk diperoleh:

Makna dan orientasi jangka panjang adalah prinsip-prinsip panduan, di mana organisasi yang ingin dianggap otentik harus memberikan perhatian khusus. Ini mungkin termasuk motif, seperti melestarikan pekerjaan atau mengembangkan warisan sejarah dan budaya. Berjuang demi keuntungan, para ahli menggarisbawahi, tentu saja, penting untuk kelangsungan hidup suatu organisasi. Namun demikian, realisasi laba yang ditargetkan tidak semata-mata menentukan kepuasan terpenuhi dan langgeng. Seorang pakar memberi tanda: ‘Pasti ada sesuatu yang lain selain dari dunia angka.’ ‘Sesuatu yang lain’ ini adalah tujuan yang lebih tinggi, sebuah misi yang harus menjadi bagian dari identitas organisasi mewah, yang, bersama dengan nilainya, memberi perusahaan kerangka kerja di mana ia harus beroperasi.

Dengan mempertimbangkan perspektif ini, saya mempelajari dua merek mewah paling terkenal di dunia, Louis Vuitton dan Hermès, untuk melihat bagaimana mereka bertumpuk dalam keaslian. Pada mulanya memerah Louis Vuitton peringkat tinggi pada daftar Cohn & Wolfe Global Authentic Brand 100, diberi peringkat No. 65. Sebaliknya, Hermès adalah tidak ada dalam daftar itu.

Tetapi penampilan bisa menipu, seperti dalam pandangan saya, Hermès berdiri tegak di atas Louis Vuitton dalam kemewahan otentik. Inilah alasannya:

Baca Juga : Bos Louis Vuitton Orang Terkaya di Industri Fashion

Bisikan mewah otentik, itu tidak berteriak
Secara keseluruhan, LVMH jauh lebih banyak berinvestasi dalam biaya pemasaran dan penjualan daripada Hermès. Pada 2017, 38,4% dari keseluruhan pendapatan perusahaan sebesar € 42,6 miliar dialokasikan untuk biaya pemasaran dan penjualan. Sebagai perbandingan, Hermès mencurahkan 29,8% dari pendapatan € 5,5 miliar untuk penjualan, pemasaran, dan biaya administrasi.

Namun, angka-angka ini bukan perbandingan ketat antara apel dan apel karena LVMH mencakup 70 merek individu versus merek Hermès.

Daftar merek paling berharga di dunia dari Forbes membahas secara spesifik. Louis Vuitton (merek), peringkat No. 15 secara keseluruhan dan bernilai $ 33,6 miliar, dilaporkan menghasilkan $ 12,9 miliar dalam penjualan dan menginvestasikan $ 5,4 miliar – 42,9% dari penjualan – pada iklan perusahaan. Jika itu tidak berteriak, saya tidak tahu apa itu. (Catatan: LVMH tidak melaporkan pendapatan dari masing-masing merek.)

Sebaliknya, Hermès menghabiskan 5% dari penjualan yang dilaporkan ($ 298 juta dari $ 6 miliar dalam pendapatan) untuk iklan. Keanggunan yang halus dan tenang adalah pendekatan Hermès terhadap periklanan, bukan paparan luas seperti Louis Vuitton.

Kemewahan otentik bukan untuk semua orang, tetapi untuk seseorang yang spesial
Ya, kanvas logo monogram Louis Vuitton memiliki warisan yang membentang lebih dari seabad, pertama kali diperkenalkan pada tahun 1896. Tetapi hari ini, meskipun harga mahal diperintahkan untuk tas kanvasnya, Louis Vuitton dan tas LV tersebut mungkin merupakan pelaku logo terbesar di dunia. polusi.

Ke mana pun Anda pergi, tas LV mengintai. Ubiquity sepenuhnya menentang kode etik merek mewah otentik.

Hermès melakukan kebalikan dari branding langsung Louis Vuitton. Gayanya khas dan langsung dapat dikenali oleh para ahli kognitif, meskipun dalam budaya kita yang terobsesi dengan selebriti, merek Hermès telah menjadi lebih dikenal secara luas.

Dan sementara selebriti mungkin dengan bangga mengenakan Hermès – siapa lagi yang benar-benar mampu membelinya? – mereka memiliki merek, tetapi tidak dimiliki oleh merek. Victoria Beckham dikatakan memiliki koleksi tas tangan Hermès senilai lebih dari $ 2 juta.

Sementara Hermès menolak dukungan selebriti sebagai strategi pemasaran, Louis Vuitton sepenuhnya merangkulnya. Misalnya, Angelina Jolie dibayar sekitar $ 8,5 juta untuk mewakili merek dalam satu kampanye iklan pada 2011. Ini konon adalah salah satu kesepakatan dukungan tertinggi yang pernah ada untuk satu kampanye iklan.

Dalam Louis Vuitton melanggar aturan utama lain dari pemasaran merek mewah yang dijelaskan oleh Vincent Bastien dan Jean-Noël Kapferer dalam bab dalam Pemasaran Mewah 2013: Tantangan untuk Teori dan Praktek:

“Selebriti harus digunakan dengan hati-hati dalam strategi mewah, jika merek ingin membangun kekuatan harga, perbedaan, gaya dan daya tarik berkelanjutan. Mereka tidak digunakan sebagai agen penjualan, bagi pelanggan baru untuk membeli produk melalui model imitasi, ”saran mereka.

Hermès melakukannya dengan benar, menggunakan pembeli merek sejati untuk memberikan kesaksian otentik tentang nilai luar biasa merek tersebut.

Kemewahan autentik sulit dipahami, tidak mudah diakses
Eksklusivitas melalui distribusi yang terkontrol dari koleksi merek mewah adalah ciri khas lain dari kemewahan otentik. Sama seperti merek mewah otentik yang tidak dapat dipromosikan atau dirancang untuk menarik perhatian semua orang, bagian dari misteri dan keajaiban merek mewah sedang sulit dipahami, langka dan sulit didapat.

Louis Vuitton mengoperasikan sekitar 460 butik bermerek. Hermès tidak jauh di belakang dengan lebih dari 300 butik di seluruh dunia, tetapi di situlah kesamaan berakhir. Louis Vuitton juga didistribusikan secara luas di seluruh dunia di berbagai department store mewah, seperti Neiman Marcus, Saks, Bloomingdales, Nordstrom dan Barneys, sementara hanya parfum, peralatan makan, dan hadiah Hermès yang terbatas hadir di lokasi yang sama.

Louis Vuitton bukanlah apa yang orang sebut tidak dapat diakses, justru sebaliknya. Las Vegas, misalnya, memiliki sembilan lokasi tempat produk Louis Vuitton dapat dibeli. Sebaliknya, Hermès secara ketat membatasi produksi dan tempat untuk membeli jajaran produk intinya. Selain itu, Hermès memiliki daftar tunggu untuk orang-orang yang ingin membeli Birkin, salah satu tas klasiknya yang sering membutuhkan menunggu selama dua tahun atau lebih.

Hermès secara ketat membatasi produksi dan distribusi produk-produknya dengan maksud eksplisit bukan untuk memenuhi permintaan konsumen, tetapi untuk meningkatkannya. Louis Vuitton, di sisi lain, merespons tekanan pemegang sahamnya untuk mendorong pertumbuhan. Itu membutuhkan lebih banyak produk yang didistribusikan di lebih banyak tempat.

Untuk kemewahan otentik, semakin dalam Anda menggali, semakin autentik jadinya

Kemewahan otentik adalah inti dari merek Hermès dan apa artinya. Louis Vuitton, meski tetap mempertahankan penampilan, tidak sesuai.

Misalnya, Bisnis Korea melaporkan tahun ini bahwa sepatu Louis Vuitton diproduksi di sebuah pabrik di Rumania kemudian dikirim ke Italia di mana sol terpasang. Itu agar dapat menempelkan tag “Buatan Italia” pada masing-masing label. Ini sepenuhnya legal, meskipun tidak secara otentik halal, karena aturan Uni Eropa menentukan bahwa negara asal dapat diklaim di mana produksi akhir dilakukan, bukan tempat mayoritas produk dibuat.

Judul merek mewah otentik harus diperoleh, bukan memproklamirkan diri

Untuk menjadi merek mewah yang autentik, penunjukan harus diperoleh (Hermes) bukan hanya gelar yang diklaim (Louis Vuitton). Dalam analisis terakhir, Louis Vuitton sangat memusatkan perhatian pada pemasaran, tetapi ringan pada keaslian. Hermès adalah kebalikannya.

Fakta bahwa Louis Vuitton dapat terus mendorong penjualan dan pertumbuhan seperti yang ada pada kreditnya, dengan hasil 1H2018 terbaru yang membanggakan pertumbuhan pendapatan 25% dalam kategori mode dan barang-barang kulit di mana Louis Vuitton diklasifikasikan.

Tetapi seperti yang dikatakan Abraham Lincoln, “Anda dapat membodohi beberapa orang sepanjang waktu, dan semua orang sepanjang waktu, tetapi Anda tidak dapat membodohi semua orang sepanjang waktu.”

Sampai saat ini, Louis Vuitton telah melakukan pekerjaan yang bagus untuk mempertahankan pertumbuhan yang agresif melalui pemasaran dan manajemen yang ahli, tetapi ia bermain dengan cepat dan longgar dengan keasliannya. Ini mungkin tumit Achilles dari merek yang pada akhirnya akan melonjak. Pelanggan yang benar-benar kaya menginginkan real deal – merek mewah otentik – bukan pose pose atau pretender.