Ketahui Alasan Mengapa Louis Vuitton Mahal

1

Ketahui Alasan Mengapa Louis Vuitton Mahal – Tas- tas yang biasa kita temukan di pasar sangatlah berbeda dengan tas yang ada di dalam mall kebanyakan. Tas yang ada di dalam mall biasanya memiliki harga yang sangat mahal. Harga yang mahal biasanya karena merek yang mereka punya sangatlah terkenal sampai keluar negeri. Berikut alasan mengapa merk Louis Vuitton sangatlah mahal

Pada tahun 1858 produk pertama dibuat, yaitu sebuah travel bag atau koper dengan desain yang ringan, tahan lama serta kedap air. Pada tahun 1896 George Vuitton, anak dari Louise Vuitton, menciptakan monogram iconic Louise Vuitton serta patern bunga yang kini menjadi logo kebanggaan LV. Itu diciptakan untuk menghormati mendiang ayahnya yang meninggal pada tahun 1892.

Sejak didirikan, tas Louise Vuitton kerap kali dipakai oleh bangsawan Perancis di tahun 1800-an dan merek itu hingga kini terus menjadi merek mewah yang dipakai oleh banyak model di dunia modern saat ini.

Sekarang ini produknya sudah banyak dan logo LV telah banyak dipakai di berbagai produk mulai dari tas, baju, sepatu, perhiasan hingga toilet. Saat ini Louis Vuitton bernilai US$ 47 miliar dolar.

Alasan kenapa tas merek ini sangat mahal adalah karena memiliki biaya pembuatan yang sangat tinggi. Selain itu, tas ini diproduksi di Perancis dan dibuat oleh pengrajin berpengalaman dari Eropa dan Amerika. Bahan yang digunakan juga sangat mahal. Produk-produknya juga masih dijahit dengan menggunakan tangan atau mesin jahit biasa.

Baca Juga ;Fakta Menarik Mengenai Louis Vuitton

Lebih lanjut, produk Louise Vuitton ternyata hanya dibuat sedikit saja alias terbatas. Itu membuat harganya semakin lama semakin mahal. Membuat persediaan yang terbatas juga sengaja dilakukan oleh perusahaan untuk mencegah tas dijual dengan harga murah atau didiskon. Louise Vuitton menjadi satu-satunya merek yang tidak pernah menjual barangnya dengan harga diskon.

Namun, tingginya harga sebuah tas Louise Vuitton ini menyebabkan produk menjadi barang yang paling banyak ditargetkan untuk ditiru pada tahun 2018. Louise Vuitton menduduki posisi pertama dari 10 merek mewah yang paling banyak ditiru pada tahun 2018. Di belakangnya ada Gucci, Chanel, Prada, Coach, Burberry, Fendi, Celine, Hermes dan Saint Laurent.

Pada tahun 2019, Louise Vuitton mencakup 50,9% dari produk yang paling banyak ditiru di dunia. Sementara Gucci ada di posisi kedua dengan 13,5% bagian, dan selanjutnya ada channel dengan 12,3%. Sisanya, sebanyak 23,4% dipegang oleh merek lainnya.

Para ahli menyebut alasan mengapa Louis Vuitton menjadi produk yang paling banyak ditiru adalah karena brand ini tetap sama dari 150 tahun lalu, membuat orang-orang mudah untuk membuat barang palsu yang tidak terlalu jauh dari aslinya. Namun begitu, strategi Louis Vuitton untuk menarik pelanggan sangat kuat, membuatnya terus disukai dan dicari. Louise Vuitton juga terus memasarkan produknya ke berbagai negara di seluruh dunia.

Strategi ini cukup sukses di China, salah satu pasar paling penting bagi Louise Vuitton. Merek ini pertama kali memasuki China pada tahun 1992 dan menjadi merek mewah asing pertama yang mendirikan toko fisik di China.

Kesuksesan Louise Vuitton juga tidak lepas dari peran Bernard Arnold yang menjabat sebagai CEO dari LVMH. Pada saat itu, China juga sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat di mana banyak warga middle class yang semakin kaya dan memiliki pendapatan yang lebih tinggi. Hal itu membuat China menjadi pasar yang cukup menjanjikan untuk merek mewah.

Pada 2018, pembelian produk mewah Global mencapai US$ 115 miliar. Sepertiga belanja global ada di China. Tingginya permintaan di China juga membuat harga produk menjadi lebih mahal di Negeri Tirai Bambu. Misalnya saja Louise Vuitton, harganya di China bisa 21% lebih mahal daripada harga penjualan rata-rata global.