Merk Dari Sepatu Wanita Termahal di Dunia

Merk Dari Sepatu Wanita Termahal di Dunia

Louivuittonoutlet.net – Sepatu dan tas adalah aksesoris pelengkap untuk memaksimalkan penampilan. Bicara soal sepatu, setiap wanita tentunya menyukai jenis sepatu yang berbeda. Ada yang lebih nyaman memakai sepatu dengan hak rendah, tapi ada juga yang lebih suka hak tinggi dan lancip.

Ada banyak sekali merek sepatu wanita. Setiap merek memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi, tahukah kamu apa saja merek sepatu wanita yang paling mahal di dunia ?

♦ Merek Sepatu Wanita Termahal di Dunia

➢ 1. Miu Miu
Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa Miuccia Prada memberikan nama Miu Miu diambil dari nama panggilan keluarga. Sementara Prada menawarkan desain yang minimalis, elegan dan kekinian untuk para kliennya, Miu Miu hadir dengan gagasan yang cukup bertolak belakang. Miu Miu lebih memilih gaya yang berkesan liar, menyolok, dan eklektik, instan membuat siapapun yang melihat akan langsung jatuh cinta.

Merek ini sendiri dikenal dengan konsep adibusana, kemewahan, dan feminisme, dimana hal tersebut bukan sesuatu yang umum. Hal tersebut dipakai sebagai strategi, koleksi, dan lain sebagainya. Seperti yang menjadi pedoman mereka, hal yang berani, akan hidup selamanya. Sepatu-sepatu dari merek ini tidak ada habisnya memikat hati para wanita hingga saat ini.

➢ 2. Christian Louboutin
Kita akan langsung mengenali ‘Louboutin’ begitu kita melihatnya.. Ada cerita menarik dibalik sosok Louboutin, bahwa dia secara otodidak bisa mendesain sepatu. Dia juga terpaksa keluar dari sekolah dan mengambil beberapa pekerjaan. Dimulai dengan bekerja sebagai desainer sepatu paruh waktu di awal tahun 80-an. Beberapa tahun kemudian, dia mulai menggunakan mereknya sendiri. Asal muasal terciptanya alas sepatu berwarna merah, terinspirasi saat dia melihat asistennya sedang mengaplikasikan kuteks warna merah.

Setelah itu, sepatu ini langsung menjadi terkenal. Beberapa koleksi sepatunya memiliki hak sangat tinggi yang berbahaya. Walaupun berhadapan dengan semua masalah barang tiruan, memperjuangkan hak paten atas alas sepatu merah dengan YVS, tidak menghalangi Louboutin menjadi merek sepatu mewah yang paling banyak dicari di seluruh dunia.

➢ 3. Manolo Blahnik
Manolo Blahnik sering disebut sebagai ‘dewa’ sepatu hak tinggi. Dia sangat percaya bahwa kekuatan pada sepatu hak tinggi dan dengan proses buatan tangan akan menghasilkan tingkat kepuasan yang sama. Desain yang dihasilkan sangat otentik, sesuai pesanan, dan tidak diproduksi secara masal.

Pertemuannya dengan Diana Vreeland (di tahun 1968), seseorang yang menjabat sebagai kepala redaksi Vogue, saat itulah dia mulai perjalanannya dalam merancang untuk pembuatan sepatu. Dia mempersembahkan koleksi sepatu pertamanya, di tahun 1971.

Kreasinya telah banyak diperlihatkan pada karpet merah, berbagai film dan acara TV, serta dipakai oleh nama – nama terkenal di Hollywood. Manolo Blahnik sudah tidak perlu diragukan lagi!

➢ 4. Jimmy Choo
Mulai dari Puteri Diana hingga Carrie Bradshaw, Jimmy Choo memiliki jangkauan pelanggan yang paling setia hingga kalangan elit, dibandingkan dengan merek lainnya. Jimmy Choo bermula dari seorang yang bernama Choo Yeang Keat, dia adalah desainer Malaysia yang berasal dari keluarga pembuat sepatu, namun belum satu pun yang sukses pada tahap ini.

Dia mulai merancang sepatu yang dibuat khusus, ide tersebut muncul begitu cepat bagaikan kebakaran. Dia menjadi seorang desainer sepatu dalam sekejap mata. Mulai dari sepatu kets, hingga sepatu hak, Jimmy Choo memiliki pandangan khusus yang tidak dimiliki oleh orang lain, tidak heran jika karyanya terus menjadi daya tarik dari berbagai macam kalangan.

➢ 5. Walter Steiger
Walter Steiger, seorang desainer yang menetap di Jenewa ini, mulai merintis mereknya pada tahun 1932. Dia membuat sepatu dengan bahan – bahan yang unik, dan menciptakan desain yang tidak biasa bahkan pada era itu. Putra sulungnya, Walter Steiger (Jr), mengambil inspirasi dari ayahnya dan mengambil alih bisnis keluarga. Walter Steiger (Jr) membuka butik di Paris pada tahun 1974, yang memperoleh popularitas besar.

Dia melanjutkan untuk memulai membuka toko di Milan, London, New York, dan lain sebagainya. Dengan keahlian konvensional, teknik yang unik, dan material berkualitas tinggi, membawa Walter Steiger berada di jajaran teratas dalam industri alas kaki mewah, yang dibuat tidak hanya untuk para wanita, namun juga para pria.

Baca Juga : Cara Menjaga atau Merawat Koper Louis Vuitton

➢ 6. Alexander McQueen
Alexander McQueen lebih seperti menghadirkan angin segar di masa kejayaan merek – merek mewah yang didirikan sekitar 25 tahun yang lalu. Dengan mengusung gaya desain yang eksentrik, McQueen mendapatkan popularitas yang terhitung cepat.

Alexander McQueen memulai karirnya sebagai desainer di Givenchy dan mampu menjadi perancang utama dalam waktu yang singkat. McQueen memutuskan untuk keluar dan memulai dengan merek yang mengatasnamakan dirinya, dan merancang berbagai hal yang belum pernah dibuat orang lain.

Banyak orang beranggapan bahwa dengan kita memiliki selera layaknya Lady Gaga, barulah kita akan merasa cocok dengan model aksesorinya yang berkesan ‘aneh’, tapi sepertinya hal itu salah. Cukup dengan sepasang sepatu karya McQueen yang dipasangkan terpisah akan menjadi investasi yang berharga.

➢ 7. Brian Atwood
“Kebebasan terletak pada keberanian.” Brian Atwood memulai mereknya dengan filosofi ini dan Dia sangat percaya bahwa, kita benar-benar tidak boleh berkompromi dengan apa pun yang kita lakukan. Brian Atwood adalah salah satu dari beberapa desainer yang dipekerjakan langsung oleh Versace di Italia.

Keberhasilannya, sukses mendorongnya untuk mengeksplorasi lebih lanjut. Begitulah cara dia memulai merek pertama yang memakai namanya pada tahun 2001 dengan memasang standar yang tinggi. Dia selalu percaya bahwa alas kaki akan menjadi paduan yang berseberangan dengan pakaian, namun tidak disangka, Brian Atwood bersedia untuk mulai merancang keduanya saat Versace menugaskan hal tersebut. Setelah itu, mereknya tidak hanya dikenal sebagai merek sepatu yang paling dicari, namun sebagai label yang merupakan pesaing kuat pada segmen barang – barang mewah.

➢ 8. Stuart Weitzman
Stuart Weitzman memulai karirnya dengan merancang sepatu untuk toko sepatu ayahnya yang bernama ‘Seymour Shoes’ di Massachusetts. Dia mengambil cuti untuk melanjutkan pendidikannya di Wharton School, kemudian bergabung kembali dengan bisnis keluarga. Namun, tidak lama kemudian, perusahaan itu dijual ke perusahaan Spanyol karena kematian ayahnya.

Tetapi, dia tetap melanjutkan mendesain untuk perusahaan selama dua puluh tahun dan membelinya kembali pada tahun 1994. Sepatunya mulai mendapatkan popularitas dan segera menjadi hal penting pada karpet merah. Yang paling populer adalah sepatu platinum dan bertatahkan berlian, yang bernilai lebih dari satu juta dolar.

Dia memegang rekor sebagai pembuat sepatu paling mahal, yaitu senilai 3 juta dolar. Dengan material yang digunakan dan desainnya yang langka,unik, dan bukan sesuatu yang pasaran. Stuart Weitzman diambil alih oleh Coach beberapa tahun yang lalu, dan dia dipertahankan sebagai desainer utama untuk merek tersebut.

➢ 9. Louis Vuitton
Nama yang tidak perlu diperkenalkan lagi! Louis Vuitton adalah merek kelas atas, yang tidak hanya menawarkan tas tangan, koper, aksesori, dan pakaian, namun juga sepatu. Merek ini berusia lebih dari 150 tahun, dan tumbuh secara konsisten. Louis Vuitton atau LV adalah contoh desain klasik berkelas, yang memberi kita penampilan mewah, tidak seperti merek terkenal lainnya.

➢ 10. Gucci
Gucci, merek Italia yang bernaung di Florence adalah andalan bagi para kalangan kelas atas. Terkenal karena kualitasnya yang sempurna dan barang – barang dengan material kulit mewah, yang dirancang secara khusus, mulai dari tas tangan dan kopor hingga berbagai macam tas dan sepatu.

Guccio Gucci menciptakan siluet, bermain dengan detail dan bereksperimen dengan material yang sangat dirahasiakan. Itulah sebabnya, mengapa detail horsebit pada sepatu loafers yang legendaris adalah sebuah gebrakan yang besar, dan masih tetap menjadi salah satu sepatu yang paling banyak dibicarakan dalam industri ini.

Sama seperti banyak merek mewah lainnya, Gucci telah melebarkan sayapnya ke pasar ritel selain juga memiliki gerai andalan dan toko eksklusifnya. Bahkan setelah sembilan puluh tahun, Gucci akan tetap inovatif dan selalu berada di garis terdepan.