Sejarah Louis Vuitton

Fakta Menarik Brand Louis Vuitton Fakta Menarik Brand Louis Vuitton

Fakta Menarik Brand Louis Vuitton – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang fakta menarik brand louis vuitton yang sudah dirangkum dari sumber terpercaya.

1. Sebelum terkenal karena brand yang diciptakannya, Louis Vuitton adalah seorang laki-laki yang berasal dari keluarga pekerja menengah ke bawah. Ia meninggalkan rumah keluarganya sejak usia 13 tahun untuk mengejar mimpi besarnya ke Paris.

2. Perjalanan 292 mil atau 470 km dari rumah keluarga yang terletak di daerah Prancis Timur ke Paris, ia lakukan dengan berjalan kaki selama dua tahun lamanya. Perjalanan panjang itu ia lakukan dengan pemberhentian secara berkala untuk melakukan pekerjaan sambilan. Ini cara yang harus dilakukannya untuk menopang kebutuhan dan kehidupan pribadinya.

3. Sesampainya di Paris pada tahun 1837, Louis Vuitton menemukan pekerjaan di sebuah workshop untuk membuat boks dan kemasan. Kelihaiannya diakui banyak orang. Reputasinya meningkat dan namanya semakin dikenal sebagai pengrajin terhormat. Karena ketrampilannya tersebut, ia ditunjuk sebagai staf khusus yang membuat boks-boks (koper) untuk kebutuhan Eugenie de Montijo, yang merupakan istri dari Napoleon Bonaparte, Kaisar Prancis dari tahun 1804 sampai tahun 1814. Momen inilah yang jadi ‘pintu’ utamanya untuk bergabung dengan kelas-kelas elit Prancis.

4. Perjalanan kariernya tersebut membuatnya bisa mendirikan perusahaan sendiri pada tahun 1854. Meski perusahaan Louis Vuitton sudah berdiri sejak 1854 sebagai perusahaan boks dan koper traveling, ia baru mulai membuat tas jinjing pada tahun 1892.

5. Salah satu tas Louis Vuitton paling populer dengan nama ‘Speedy’, pada mulanya sebenarnya diciptakan untuk boks atau koper traveling. Namun, suatu saat Audrey Hepburn, bintang film sekaligus ikon fashion, menelepon pihak Louis Vuitton dan memohon untuk dibuatkan versi mini dari Speedy tersebut. Sontak, kepopuleran tas Speedy ini memuncak dan jadi model tas Louis Vuitton paling populer hingga sekarang.

Baca Juga: Bos Louis Vuitton Orang Terkaya di Industri Fashion

6. Selain Speedy, tas ‘Alma’ menjadi salah satu model tas Louis Vuitton yang tak kalah populer. Tas ini sebenarnya didesain khusus atas permintaan pribadi Coco Chanel. Bentuknya yang chic, cantik, dan feminin ini digandrungi oleh setiap perempuan hingga saat ini. Uniknya lagi, tas Louis Vuitton model Alma ini jadi satu-satunya tas yang pernah dijinjing Coco Chanel, selain mereknya sendiri.

7. Tahukah Anda bahwa proses quality check dari tas Louis Vuitton melalui proses yang sangat panjang? Sebelum dijual, tas Louis Vuitton harus melalui tes ketahanan seperti dimasukkan benda berat seberat 3,5 kg dan dijatuhkan dari ketinggian setengah meter selama empat hari berturut-turut. Tidak sampai di situ, zipper dari tasnya pun harus terus menerus dibuka-tutup sebanyak 5,000 kali untuk memastikan ketahanannya. Wow!

Sejarah Tersembunyi Louis Vuitton Terungkap Sejarah Tersembunyi Louis Vuitton Terungkap

Louivuittonoutlet.net – Ketika perancang busana Louis Vuitton pertama kali tiba di Paris pada tahun 1837, kota itu belum dibuka sebagai ibukota mode dan desain. Tapi di sinilah Vuitton mendirikan kerajaan barang bawaannya dan, hanya seperempat abad kemudian, membuka toko barang-barang perjalanan terbesar di dunia di 70 avenue des Champs-Élysées. Kegembiraan Vuitton tetap menjadi bagian integral dari merek saat ini, yang ditulis oleh penulis Patrick Mauriès dan Pierre Léonforte dalam buku baru Louis Vuitton: The Spirit of Travel (Flammarion, $ 40) menggunakan foto arsip, iklan cetak, dan catatan sejarah. Perusahaan kemudian membuka toko di seluruh dunia, dari New York ke Beijing, sementara tas kulit khusus berkembang untuk memasukkan inovasi teknologi terbaru. Hari-hari ini, bepergian dengan karya Louis Vuitton adalah simbol akhir dari kecanggihan dan kemewahan, baik untuk petualangan jarak jauh dan perjalanan subway setiap hari.

Setelah membuka toko pertamanya di Paris pada 1854, Louis Vuitton memindahkan bengkelnya ke Asnières-sur-Seine, barat laut kota. Para pengrajin mulai membuat koper di sana pada tahun 1859, mengembangkan bagasi abu-abu asli dengan merek datar dan kemudian melengkapi ekspedisi Prancis dengan perlengkapan perjalanan. Di atas bengkel itu ada sebuah loteng tempat keluarga Vuitton tinggal agar tetap dekat dengan produksi. Kemudian mereka pindah ke rumah bergaya Art Nouveau di sebelahnya.

Baca Juga : 5 Tas Louis Vuitton Terpopuler

Pada tahun 1896, empat tahun setelah kematian Vuitton, perusahaan memperkenalkan kanvas monogram pertama. “LV” yang dipasangkan dengan bentuk geometris telah menjadi cetakan paling ikonik dari merek tersebut. Di sini, bagasi wanita di kanvas monogram, sekitar tahun 1906.

“Tempat tidur utama” legendaris ini dirancang untuk penjelajah Italia Pierre Savorgnan Brazza. Kasing terbuat dari seng dan tembaga – tahan terhadap debu dan kelembaban – dan datang dengan tempat tidur kamp terlipat di dalamnya.

Tokoh-tokoh modis seperti Coco Chanel, Hélène Rochas, dan keluarga Rothschild semuanya memakai koper Louis Vuitton. Lemari pakaian Duke dan Duchess of Windsor memiliki banyak ruang untuk mengemas pakaian mereka untuk acara-acara mewah selama perjalanan.

Merek ini telah bereksperimen dengan beragam lapisan utama selama bertahun-tahun: minyak rami abu-abu Trianon padat, kain bergaris merah, kanvas kotak-kotak Damier, dan kanvas monogram klasik.

Pajangan jendela etalase Louis Vuitton adalah bentuk seni mereka sendiri. Di dalam, toko-toko juga menyelenggarakan karya seni, termasuk karya seniman seperti Fabrizio Plessi, Xavier Wilhan, dan Olafur Eliasson.

Asal Mula Monogram Louis Vuitton Asal Mula Monogram Louis Vuitton

Louivuittonoutlet.net – Beberapa tahun yang lalu, merek fashion terkemuka asal Prancis, Louis Vuitton memberi kejutan pada pecinta mode dengan penunjukkan desainer muda Virgil Abloh sebagai Men’s Wear Artistic Director Louis Vuitton yang baru menggantikan Kim Jones.

Seperti para pendahulunya, Virgil akan mendapatkan ‘tugas’ menarik untuk menafsirkan logo Louis Vuitton berusia 122 tahun ini dalam desain-desainnya. Sebuah logo yang kerap disebut sebagai monogram itu terdiri dari huruf L dan V yang saling bertautan, pola bunga dengan empat kelopak, dan pola organic bergaya trefoil. Monogram yang terinspirasi dari perpaduan gaya Jepang dan desain oriental pada era Victoria ini seringkali menjadi simbol ‘kelas’ dalam lingkungan sosial.

Monogram pertama kali diperkenalkan pada 1896 oleh Georges Vuitton, anak dari Louis Vuitton. Dilansir Vogue, hal ini dilakukan untuk memberikan hak paten, juga memberikan identitas dari bisnis tas mewah tersebut.

Menjadi salah satu logo paling terkenal dan paling bergengsi di dunia, pasti Anda ingin tahu sejarah di balik monogram Louis Vuitton.

1854 – Louis Vuitton menciptakan suatu bisnis yang berfokus pada jual beli koper. Bahkan, koper lansiran Louis Vuitton ini sudah dianggap menjadi simbol status sosial pada masanya.

1896 – Pola monogram Louis Vuitton mulai diperkenalkan.

1950 – 1960 – Koper ini menjadi hot item di kalangan selebriti dunia. Salah satunya, Anna Magnani, aktris terkenal pada tahun 1920-an asal Italia yang selalu membawa lebih dari 3 koper LV untuk berlibur.

1960 – 1970 – Kepopuleran koper Louis Vuitton dengan monogram khasnya, diikuti dengan peluncuran berbagai koleksi tas tangan mewah. Mulai dari model Speedy, Neonoe, hingga Bucket, menjadi item yang diincar para wanita.

1997 – Marc Jacobs menjadi Creative Director LV. Ia meluncurkan monogram terbaru yang diberi nama Vernis Collection, koleksi populer yang digunakan oleh Naomi Campbell dan Kate Moss.

2003 – Marc Jacobs memperkenalkan gaya monogram lainnya, hasil kolaborasi dengan seniman Takashi Murakami. Desainnya memiliki warna dasar putih yang dipadukan dengan logo warna-warni.

2004 – 2005 – Kolaborasi dengan Murakami masih berlanjut dan menciptakan sebuah koleksi dipadukan gambar buah ceri.

2007 – Marc Jacobs memperkenalkan monogram pada tas berbahan denim.

2010 – Monogram tak lagi hanya digunakan pada tas, namun juga mulai terlihat di produk lainnya seperti pakaian, dompet, casing, boots dan topi.

2014 – Dalam rangka perayaan ulang tahun ke-160 Louis Vuitton, rumah mode asal Prancis ini berkolaborasi dengan enam desainer dan seniman untuk mendesain tas bermotif monogram klasik LV. Tokoh-tokoh tersebut antara lain: Karl Lagerfeld, Frank Gehry, Cindy Sherman, Marc Newson, Christian Louboutin, dan Rei Kawakubo.

2015 – Muncul tas bermodel trunk ikonis Louis Vuitton berukuran kecil yang dihiasi dengan pola monogram klasiknya.

2017 – Kim Jones meluncurkan monogram hasil kolaborasi dengan Supreme.